Butterfly Over Flower Flying
Flyff Chinese Arrow Through Double Hearts
Dream Land
Red Crown Glitter Ribbon

Pages

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 11 April 2014

FANFICTION : YOUR EYES


YOUR EYES

CAST : OH SEHUN (SEHUN)
JUNG SOO JUNG (KRYSTAL)
XI LUHAN (LUHAN)

“AKU HANYA INGIN TAHU PADA SIAPA DIA MENDONORKAN MATANYA?”
©©©©
Sehun terus menatap penuh harap pada namja dihadapannya. Xi Luhan, kakak dari kekasihnya yang telah tiada. Tiga bulan berlaludari masa duka itu. Dan Sehun rasa saatnyasudah tepat untuk mengungkapkan semuanya. Pada siapa Sulli mendonorkan matanya.
Jauh dalam lubuk hatinya sebenarnya ia tidak terima. Ia tidak rela sang kekasihnya terbujur kaku dalam pembaringan terakhirnya dengan keadaan seperti itu. Tanpa mata, bukankah itu sangat kejam. Lalu dimana kedua manik mata itu sekarang?
“Hyung, kata kan padaku siapa yang menerima donor mata Sulli?”
Beberapa detik Luhan terus tercengang ragu tapi kemudian ia mengangguk.
“Seorang gadis yang kecelakaan bersamaan saat Sulli masuk rumahsakit. Pecahan kaca membuat matanya buta. Aku juga tidak mengerti kenapa Sulli memutuskan memberikan matanya pada gadis itu.”
“Apa aku boleh tahu siapa dia?”
“Untuk apa?”
“Aku hanaya ingin tahu, itu saja hyung.”
“Gadis itu tidak tahu apa-apa. Ini adalah permintaan terakhir Sulli, aku tidak punya pilihan lain selain mewujudkannya.” Tutur Luhan.
Sehun mengangguk. Ia juga tidak punya pilihan lain. Sulli telah pergi dengan damai. Kematian telah membebaskannya dari kanker otak yang selama ini membelenggunya. Justu ia lah yang sekarang tidak tenang. Kanapa Sulli pergi tapi meninggalkan matanya, entah pada siapa? Bukankah itu menyisakan beban bagi orang-orang yang ditinggalkannya?
Rasa penasaran terus saja memenuhi benak Sehun. Ia harus menemukan gadis itu dengan sendiri atau tanpa bantuan Luhan. Ia sadar mulai ada dendam tak beralasan pada gadis itu. Gadis yang beruntung masih bisa melihat indahnya dunia  setelah mengambil mata Sulli. Itu dirasanya sangat tidak adil.
©©©©
Sehun terus melangkah gamang. Matanya tak hentinya menyapu seluruh sudut salah satu SMA ternama di Seoul tempat ia baru saja menginjakkan kakinya.
Perlu berdebat panjang dengan kedua orangtuanya sampai akhirnya ia diperbolehkan pindah ke sekolah ini. Tentu ia punya alasan kuat, kenapa harus pindah ke sekolah saat kelulusan tak lebih dari 3 bulan lagi. Meski ia sendiri merasa alasannya itu kurang bisa diterima akal sehat.
Sekolah ini tempat gadis itu mengenyam pendidikannya. Gadis pembawa mata Sulli. Akhirnya ia bisa sampai di sini meski Luhan mati-matian tidak mau memberitahunya siapa dan dimana keberadaan gadis itu, entah dengan alasan apa.
Matanya  langsung menjelajah seluruh penghuni kelas dengan seksama. Gadis itu juga ada di ruangan ini. Hanya saja ia cuma berbekal nama tapi tidak tahu bagaimana rupanya. Sehun terus menatap satu persatu orang-orang yang akan menjadi teman sekelasnya itu. Tak peduli banyak diantara mereka yang balas menatapnya asing.
“Krystal Jung?” sebut Sehun hati-hati. Ia memandang lekat seorang gadis yang sibuk membaca dibangkunya dengan name tag Krystal Jung.
“Ne?” lekas Krystal mendongak.
Inikah gadis itu? Sehun mematung keluh. Kenapa Krystal jung jauh dari kesan yang ia bayangkan. Sulit dipercaya jika mata gadis ini milik Sulli. Kemana bola mata teduh yang dulu selalu berbinar terang? Kenapa pada gadis ini, sorot mata itu tampak begitu tajam dan dingin.
“Wae?” rupanya Krystal sedikit terusik dengan kehadiran Sehun.
Sehun pun langsung tersenyum tipis. Kesan awal haruslah terlihat baik.” Aku murid baru. Boleh aku duduk disini?”
“ apa tidak ada tempat lain?”
Tanggapan yang dingin. Sehun paham sepertinya Krystal tidak suka sengan kehadirannya.
“  Tidak ada lagi bangku yang kosong Krysal-ssi.”
Dan itu pun tidak direspon Krystal dengan jawaban. Ia hanya mengambil tas selempangnya dari bangku kosong disampingnya. Mempersilahkan Sehun untuk duduk walau terlihat sangat jelas tidak ikhlas.
“ Terima kasih.” Sahut Sehun. Sekilas ia melirik gadis disampingnya yang kembali sibuk membaca buku yang tadi dibacanya. Dan lagi-lagi ada rasa tidak terima yang menyergap batinnya. Mata itu milik Sulli.
©©©©
Seoul di pagi hari yang begitu dingin. Sehun terus memicingkan matanya penasaran. Agak ragu dengan penglihatannya tapi ini sangat nyata. Krystal Jung turun dari mobil yang sangat ia kenal. Mobil itu milik Xi Luhan. Sebenarnya apa yang tidak ia ketahui?”
“Krystak-ssi.” Tergesa Sehun menjejeri langkah Krystal.”Siapa yang mengantarmu tadi?”
Krystal hanya melirik sekilas. Sedikitpun tidak ada niat untuk menjawab. Ia justru sengaja mempercepat langkahnya menuju kelas.
“Apa kau mengenal Xi Luhan?”
Pertanyaan Sehun itu barulah menbuat tapakan kaki Krystal terhenti. Gadis itu lekas menoleh dan menatap Sehun tajam.
“Siapa kau.”
“Bukankah berkali-kali aku memperkenalkan namaku Oh Sehun? Apa kau lupa?”
Sehun sadar betul kalau ucapannya itu pasti akan diacuhkan Krystal. Karena itu ia segera meralat jawabannya sesuai yang Krystal inginkan.
“Luhan teman lamaku. Bagaimana kau bisa mengenalnya?”
“Itu bukan urusanmu.”ketus Krystal. Ia  baru akan melangkah pergi sampai Sehun kembali berucap yang membuatnya seketika tercekat.
“Kalau begitu kau juga mengenal Sulli?”seperti tanpa sadar Sehun menanyakan ini. Seakan ingin meleburkan segala keangkuhan Krystal.
Benar, Krystal langsung terdiam kaku. Pandangannya nanar karena matanya mulai berkaca-kaca. Perlahan ia melangkah mendekati Sehun dan menatapnya kian lekat.
“Sebenarnya kau siapa?” tanyanya terbata.
Dan Sehun justru mengalihkan pandangannya. Bukan karena ia tak mampu menatap mata Krystal berlama-lama. Tapi karena ia tak tahan melihat sorotan mataKrystal yang begitu kelam. Jauh dari binar mata Sulli selama ini. Krystal Jung seperti menyimpan sebuah misteri.
“Namaku Oh Sehun.” Jawab Sehun sekenanya. Ia melewati begitu saja, Krystal yang masih mematung pilu.
Setelah beberapa langkah, sejenak ia menoleh keberadaan Krystal. Kenapa tiba-tiba ada rasa iba yang menyelimutinya. Ada apa sebenarnya dengan gadis itu? Lalu Luhan? Sulli? Sehun menggeleng kecil kemudian mulai melanjutkan langkahnya. Seperti ada lingkaran antara Krystal, Luhan, dan sulli yang ia tak tahu apa itu.
©©©©
“Mianhae Luhan-ssi, tapi aku bisa pulang sendiri.”
“Luhan oppa. Bukankah berulang kali aku menyuruhmu memanggilku oppa?”
Krystal lekas menunduk.” Luhan oppa.” Bisiknya getir.
“Masuklah, nanti aku akan menjemputmu. Jangan pulang sebelum aku datang.”
Krystal mengangguk. Ia langsung melangkahkan kakinya memasuki gerbang sekolah yang masih terbuka.
Tak sadar sepasang mata terus mengawasinya sejak tadi. Sehun hanya sanggup mematung dalam pemikirannya sendiri. Terus melihat apa yang terjadi antara Luhan dan Krystal. Ada hubungan apa antara mereka?
Seperti biasa gadis itu selalu menyendiri di bangkunya. Tak peduli pada teman-teman sekelasnya yang terus ricuh. Para yeoja yang sibuk bergosip, para namja yang asyik mengobrol. Krystal seakan tenggelam dalam dunianya sendiri. Membaca, selalu seperti itu etiap hari. Meski ia tak tampak seperti seorang kutu buku.
Perlahan Sehun menghampiri gadis itu. Dalam keaadan diam ia dudukdibangkunya. Dan seperti biasa Krystal tak perna peduli dengan kehadirannya. Menoleh sedikitpun tak pernah gadis itu lakukan.
Dan Sehun juga sama. Kali ini ia juga sedang malas bicara. Dalam benaknya ia sedang menerka-nerka akan banyak hal. Tapi semakin lama seperti ada yang mengusik batinnya. Ia tak tahan lagi untuk terus membisu.
“Krystal-ssi, sebenarnya Luhan itu....”
“Kakak dari Sulli, gadis pemilik mata ini kan.”potong Krystal cepat saat sehun belum menyelesaikan ucapannya.
“Kau tahu?” tanya Sehun terbata.
“Ne. Kenapa dia memberikan matanya padaku? Kenapa tidak biarkan saja aku buta? Untuk apa aku mampu melihat tapi tak bisa melihat orang-orang yang kusayangi?” cecar Krystal beruntun.
Sehun sungguh tercengang dengan perkataan Krystal itu.”Ternyata benar, kau memang gadis yang tidak tahu diri.”
“Mwo?”
“Harusnya kau berterimakasih Krystal-ssi. Kau beruntung Sulli memberikan matanya padamu. Perlu kau tahu, sampai saat ini aku bahkan tidak rela mata itu kau miliki meski Sulli tidak lagi membutuhkannya.” Bentak Sehun. Ia tak peduli berpasang-pasang mata melihat pertengkarannya dengan Krystal.
“Apa Sulli kekasihmu.” Tebak Krystal.
Tanpa Sehun menjawab ia sudah paham. Raut wajah namja itu begitu getir, ia tahu jawabannya iya.
“Lalu apa tujuanmu pindah ke sekolah ini? Kau ingin mengambil kembali mata ini? Ambil saja kalau kau mau.” Balas krystal tak kalah sengit. Lekas ia bamgkit berdiri lalu memilih pergi sebelum tangisannya pecah.
Meninggalkan sehun yang membisu dengan pandangan kosong. Ia sungguh tidak habis pikir dengan gadis bernama Krystal Jung itu.
©©©©
“Kedua orangtuanya meninggal dalam kecelakaan itu, kecelakaan yang membuat matanya buta.”
“Dulu Krystal Jung adalah gadis yangsangat ceria, tapi setelah kecelakaan dia berubah murung dan penyendiri.
“Bahkan teman-teman dekatnya perlahan menjauh karena sikap angkuhnya itu.”
“sekarang dia hanya tinggal bersama kakak perempuannya. Tapi kudengar dia juga punya seorang kekasih.”
Pernyataan-pernyataan itu masih terngiang di telinga Sehun. Cerita tentang Krystal Jung yang ia peroleh dari beberapa teman sekolahnya.
Sekilas ia melirik bangku disampingnya. Tempat itu kosong tiga hari ini. Tepat sejak bertengkar dengannya, Krystal tidak masuk sekolah. Kini Sehun benar-benar dibuat gusar oleh gadis itu. Ternyata seorang Krystal Jung menyimpan kisah hidup yang begitu menyedihkan. Sama sepertinya ternyata Krystal juga merasakan pedihnya kehilangan. Lalu pantaskah ia masih menyimpan rasa dendam tanpa alasan pada gads itu?
Coba dipikir secara naluri. Sulli sendiri yang memutuskan mendonorkan matanya pada Krystal. Bukan Krystal yang mengambilnya. Seperti kata Luhan, gadis itu tidk tahu apa-apa.
Lalu Luhan? Ia berperan apa dalam kisah hidup Krystal? Semakin dipikir semakin membuat kepala Sehun serasa berdenyut pusing. Ia sendiri yang mengawali masuk dalam kehidupan Krystal dan sekarang seakan terjebak terus terbawa arusnya.
©©©©
Gadis itu tampak begitu gelisah. Matanya terus mengawasi kesana kemari. Takut kalau keberadaannya diketahui seseorang.
“Krystal-ssi.”
Krystal tersentak karena panggilan itu. Namun segera ia bernafas lega begitu tahu siapa orang yang memanggilnya. Sehun, entah apa yang dilakukan namja itu disini. Dijalan sempit dekat rumah Krystal.
Meski Krystal tidak mengharapkan kehadiran Sehun, setidaknya itu lebih baik daripada orang yang saat ini sangat ingin ia hindari.
“Apa yang terjadi? Kau memakai seragam tapi tidak pernah berangkat ke sekolah. Sebenarnya kau kemana?” cecar sehun penasaran. Sambil memasukan kedua tangannya pada saku celana, ia terus berjalan membuntuti Krystal.
“Apa aku harus mengatakan semuanya padamu ? aku mau kemana itu bukan urusanmu.”ketus Krystal
“Mianhae.”
Krystal terus terdiam. Sebenarnya ia juga tidak terlalu ambil pusing dengan pertengkarannya dengan Sehun. Ia masih punya masalahlain yang lebih berat yang membuat batinnya tersiksa.
“Aku sudah melupakannya.” Kalimat Krystal menggantung di udara. Tiba-tiba ia terhenyak saat matanya menagkap sesuatu, mobil Luhan.
Buru-buru ia meraik tangan sehun untuk bersembunyai bersamanya di sebuah gang sempit tak jauh dari tempat meraka tadi.
“Wae? Kenapa kau smbunyi seaat melihat mobil Luhan hyung? Ada hubungan apa kau dengannya? Apa kau takut padanya?” Sehun terus saja menampakkan raut wajah bingungnya.
Krystal menggeleng. Bukan saatnya untuk menjelaskan karena ia yakin tadi Luhan pasti melihatnya. Dan kemungkinan namja itu turun dari mobil lalu mengejarnya.
“Krystal-ssi.” Kali ini Sehun tidak lagi akan mendasak Krystal. Melainkan, karena kejauhan ia melihat sosok Luhantengah melangkah ke arah mereka.”Lari.” perintahnya.
Tanpa pikir panjang ia menggenggam tangan Krystal dan menyeret nya pergi. Meski Krystal terengah-engah. Dan Krystal juga tak peduli tu. Karena ia tau betul dibelakang sana Luhan tengah mengejar mereka.
“Jalan ini buntu.” Panik Krystal.”  Lalu bagaimana? Tidak mungkin kita kembali.”berkali-kali ia menengok ke belakang, takut kalau mereka berhasil terkejar oleh Luhan.
“Tidak ada jalan lain. Panjat tembok ini.”
“Mwo?”
Memanjat tembok setinggi hampir 2 meter, Krystal mana sanggup melakukannya. Membayangkan saja sudah membuatmnya frustasi.
“Naiklah.”perintah Sehun. Ia sedikit berjongkok.
Mempersilahkan Krystal menginjak punggungnya agar bisa menjangkau tembok tinggi itu.”Tidak ada waktu lagi Krystal-ssi, cepat naik.” Bentaknya.
Meski ragu, Krystal menurut. Agak hati-hati dan sedikit berusaha payah, akhirnya ia bisa sampai di sisi lain dari tembok tadi. Dan tak butuh waktu lama untuk Sehun menyusulnya.
Masih menata helaan nafasnya Krystal bersandar pada tembok yang dipanjatnya tadi. Sepertinya keadaan sudah aman, Luhan tidak mungkin menemukan mereka.” Kenapa kau melakukan ini? Bukankah kau membenciku?”
Nafas Sehun juga tak kalah tersengal-sengal dari Krysta. Ia duduk tak jauh dari gadis itu. Menyadari apa yang baru saja dilakukannya, membuatnya bingung sendiri. Apalagi saat mendengar pertanyaan Krystal, ia merasa seperti orang bodoh sekarang. Kenapa ia membawa lari gadis itu dari Luhan? Sangat aneh mengingatkan ia sudah menganggap Luhan seperti kakaknya sendiri dan hubungannya dengan Krystal juga kurang baik.
“ Bukankah kau bagian darinya? Kau dan Luhan?” tanya Krystal lagi.
Sehun lekas menggeleng.”Aku tidak tahu apa-apa. Aku sungguh tidak mengerti ada apa antara kau dan Luhan hyung.”
“Hutang budi karena mata ini.” Bisik Krystal lirih.
“Apa maksudmu.”
“Mata ini milik adiknya. Berkali-kali dia menekan itu padaku. Aku tidak punya pilihan lain kecuali memenuhi segala keinginannya.”
“Apa yang diinginkan Luhan hyung darimu?”
“Jadi kekasihnya.”
“Mwo?” Sehun memekik tak percaya. Ini sungguh tidak masuk akal.” Lalu apa kau memenuhinya.”
Krystal mengangguk.
“Tapi kenapa kau lari saat melihat kekasihmu sendiri?”
“Karena aku tidak pernah menginginkannya. Aku tidak suka diatur dan diperlakukan layaknya boneka. Sungguh, bukan keinginanku untuk mengambil mata Sulli. Seandainya bisa diulang mungkin lebih baik aku tetap buta. Aku bisa melihat lagi tapi tak bisa melihat kedua orangtuaku. Ditambah harus tersiksa tekanan batin seperti ini. Aku benar-benar tidah tahn. Dan kau. Kau juga datang untuk mempermasalahkan mata ini kan?”
Sehun terdiam dengan tuduhan Krystal itu. Apalagi saat Krystal terus menatapnya tajam dengan mata berkaca-kaca. Jujur, ia tidak tahan melihatnya. Meski tak sedikitpun ia menemukan sosok Sulli disana. Tapi tatapan Krystal itu seolah menghujam jantungnya.
“Krystal-ssi, sebaiknya kau pulang. Aku yakin Luhan hyung sudah pergi. Maaf aku tidak bisa mengantarmu, aku ada urusan lain.tertatih sehun memilih pergi. Kentara sekali kalau ia sengaja menghindar.
Tepat saat itu juga air mata Krystal perlahan turun mengalir pedih.
©©©©

“Hyung, yang kau lakukan itu sungguh tidak masuk akal.” Kecam Sehun. Berkali-kali ia berdecak dihadapan Luhan.”Apa karena ini kau bersikeras tidak mau memberitahuku siapa dia?”
Luhan tersenyum tipis.”Lalu menurutmu yang kau lakukan masuk akal? Mencari tahu sosok Krystal Jung sampai harus pindah sekolah. Itu lebih menggelikan Sehun-ah.”
“Baiklah, anggap saja yang kita lakukan sama-sama tidak masuk akal. Tapi setidaknya aku masih cukup waras untuk tidak memaksakan kehendakku.”
“Apa maksudmu?”
“Krystal Jung tidak mencintaimu hyung.”
Luhan berdecak kecil.”Perlu kau tahu, statusnya sekarang adalah kekasihku.”
“tapi itu karna paksaanmu. Dan perlu kau tahu hyung, Krystal sangat tersiksa dengan tindakanmu itu.”
“Lalu apa urusanmu? Apa karena mata gadis itu milik Sulli jadi kau merasa berhak untuk ikut campur? Atau justru kau jatuh cinta padanya?” lantang Luhan. Ia tersenyum sinis melihat Sehun hanya terdiam.”Dia Krystal Jung Sehun-ah, bukan Sulli.”
Sehun masih tetap terdiam keluh. Yang dikatakan Luhan benar, gadis itu Krystal bukan Sulli. Tapi tetap saja ia tidak bisa untuk bersikap tidak peduli.
“Aku tidak pernah menganggap Krystal adalah Sulli. Jadi kuharap kau melepaskannya hyung. Jangan terus membelenggunya dengan alasan balas budi. Sulli pasti tidak senang dengan yang kau lakukan ini.”
“Sikapmu itu seakan menunjukkan kalau kau menyukai Krystal.”sindir Luhan, ia tertawa kecil.
“Kalau iya kenapa?” tantang Sehun. Baru kali ini ia bisa bersikap angkuh dihadapan Luhan.”Kalau aku menyukai Krystal kenapa hyung? Kau takut aku merebutnya darimu?”
Sehun tersenym tipis. Senyum yang bagi Luhan terlihat amat sangat menyebalkan. Namja yang selama ini punya hubungan baik dengannya itu, kenapa sekarang berbalik arah melawannya.
“Anggap saja aku memang menyukai Krystal dan berniat merebutnya darimu hyung.” Tutur Sehun. Ia tersenyum penuh kemenangan menatap raut getir Luhan.
©©©©

“Kenapa kau terus melihatku seperti itu?”
Sedikit aneh Krystal dengan sikap Sehun hari ini. Apa namja itu bunglon yang setiap saat bisa berubah warna? Kenapa sifatnya selalu berubah-ubah? Lihat, Sehun terus saja melemparkan senyum manisnya.
“Kau belum berterimakasih padaku atas kejadian kemarin Krystal-ah.”
“Mwo?” Krystal lekas berdecak.” Terima kasih.” Ucapnya malas.
Lekas ia duduk di bangkunya karena jam pelajaran akan segera dimulai.
Tapi sepanjang jam pelajaran matematika itu, ia sama sekali tak bisa konsentrasi. Masalhnya sejak tadi Sehun belum juga bosan memandanginya. Apa ada sesuatu yang tidak beres terjadi dengannya? Apa ada masalah dengan otak namja itu?
“Wae?” lirik Krystal tajam, lama-lama ia jadi risih sendiri.
“Aku baru sadar ternyata kau sangat cantik Krystal-ah. Pantas Luhan hyung memaksamu untuk memilihmu.”
“Mwo?” untung Krystal masih bisa mengontrol nada suaranya. Kalau ia tidak ingat ada seonsaengnim didepan sana, tentu saja ia sudah memekik mendengar ucapan Sehun itu.” Kau tidak ada bedanya dengaan Luhan.”
“Kemarin aku berkata pada Luhan hyung kalau aku akan merebutnu darinya.”
“Apa kau gila?” Krystal berharap kali ini Sehun sedang bercanda.
“Awalnya aku hanya ingin mebggeretak Luhan hyung. Tapi sepertinya itu akan sungguh kulakukan.” Sehun menjawab dengan tenang. Tampak ia sangat puas melihat raut wajah Krystal yangsemakin kebingungan.
“Aku bukan Sulli meski mata ini miliknya.” Ucap Krystal cepat.
“Aku tahu itu.” Sehun justru mengusap kepala Krystal pelan lalu tersenyum sendiri.
Tetu saja perlakuannya itu membuat Krystal ternganga tak percaya.
“Sehun-ss, hentikan sikap anehmu ini.” Desisnya. Lama-lama Krystal frustasi sendiri.
“Kenapa? Kau takut padaku? Dimana Krystal Jung yang biasanya angkuh, dingin, dan kejam itu? Baguslah kalau dia sudah pergi, aku memang tidak suka gadis seperti itu.”
Krystal terdiam. Tanpa sadar ia menarik kedua ujung bibirnya. Sepertinya segala kebekuan hatinya mulai mencair.
©©©©
Aku tidak mau, kau tidak bisa memaksaku.” Krystal berusaha keras untuk berontak dari cengkeraman tangan Luhan. Setelah beberapa hari menghindar, mungkin inihari sialnya karena harus bertemu namja itu.
“Kau tidak punya pilihan lain Krystal-ah. Kau harus ikut denganku. Ingat mata itu milik adikku, Sulli.”
“Luhan hyung, kau sudah keterlaluan.” Teriak Sehun lantang. Ia berjalan tergesa lalu melepas kasar genggaman tangan Luhan pada Krystal.
“Sehun-ah,berkali-kali aku bilang padamu dia Krystal bukan Sulli.”
“Aku tidak amnesia hyung. Aku tahu dia Krystal. Dan saat ini Krystal akan pulang denganku.”
Baru Sehun akan menarik Krystal pergi tapi tangan Krystal satunya lekas ditahan Luhan.
“Krystal bersamaku.” Tegas Luhan. Ia terus memandang Sehun. Segala hubungan baik mereka dulu seakan runtuh tak bersisa.
Sedangkan Sehun tetap bersikap tenang. Ia masih saja mengumbar senyumnya.” Baiklah, Krystal-ah kau memilih ikut dengan siapa?”
Tanpa ragu Krystal segera melepaskan tangan Luhan dan beralih ke dekat Sehun lalu menggenggam tangan namja itu dengan erat, itulah jawabannya.
“Lihat hyung, terbukti Krystal memilihku. Kau kalah, jadi jangan lagi menganggunya.”
“Kau...” geram Luhan. Terlihat ia begitu kesal menahan amarahnya.
Dalam benak Sehun, pasti Luhan sangat marah lalu kemungkinan terburu untuk memukulnya. Tapi ia salah. Luhan justru memilih pergi dengan tatapan sinis.
Krystal juga tak menyangka akan semudah ini. Saat Luhan sudah pergi, ia langsung menarik tangannya dari genggaman Sehun. Tak peduli raut namja itu yang terus memandangnya aneh.
©©©©
“Aku tahu kau melakukan ini semua untuk membantuku lepas dari Luhan. Terima kasih.” Ucap Krystal tulus.
Ia dan Sehun terus melangkah beriringan di jalan setapak di bawah guguran daun yang menguning.
Sehun tersenyum tipis.” Sebenarrnya aku juga tidj mengerti kenapa aku melakukannya. Apa mungkin aku sungguh jatuh cinta padamu?”
Sontak langkah kaki Krystal terhenti. Sehun mengatakannya dengan begitu lugas, apa namja itu serius?
“Bukankah sebenarnya kau membenciku? Kau sendiri yang bilang kalau kau tidak rela aku memiliki mata Sulli.” Gumam Krystal pelan.
“Awalnya memang seperti itu. Entahlah, aku tidak mengerti.”
“Apa kau mengingat Sulli saat melihatku?” tebak Krystal.
Sehun lekas menatap Krystal lekat. Menelusuri apa ada jejak Sulli tertinggal disana. Tapi ai tidak menemukannya sama sekali. Bahkan pada mata itu. Kedua gadis itu nyata berbeda.
“Anio.” Sehun menggeleng yakin.” Sedikitpun aku tidak melihat sosok Sulli dalam dirimu. Sudahlah, lupakan yang kukatakan tadi.” Kini ia malah mempercepat langkahnya.
Meninggalkan Krystal dalam hening kesendirian. Gadis itu hanya menatap punggung Sehun yang kian menjauh.
©©©©
“Mungkin kita bisa mulai jadi teman baik.” Tawar Sehun. Ia tersenyum manis sambil menyerahkan sekaleng soft drink pada Krystal.
Dengan senang hati Krystal menerimanya. Lekas ia membukanya lalu meminumnya sedikit.” Kenapa kau mau jadi temanku?” tanyanya.
“Karena kulihat kau tidak punya teman.” Jawan Sehun santai. Ia meneguk soft drink di tangannya tadi lalu tersenyum saat tahu Krystal tengah meliriknya tajam.” Kembalilah menjadi Krystal Jung yang dulu. Krystal yang selalu ceria dan punya banyak teman.” Pintanya.
“Kau bahkan tidak mengenal seperti apa aku yang dulu.”
“Karena itu jadilah Krystal Jung yang dulu agar aku bisa mengenalmu. Mulailah dengan tersenyum. Apa kau tidak bosan memasang tampang angkuh seperti itu? Hidup ini terlalu indah untuk kau sia-siakn Krystal-ah.”
Krystal justru memalingkan wajahnya. Lebih senang memandang hamparan rumput hijau di hadapannya. Menerawang memikirkan sesuatu.
“Mianhae, selama ini aku sangattidak menghargai kedua mata ini.” Bisiknya lirih.
“Aku tahu. Kau bisa melihat tapi tidak bisa meihat kedua orantuamu, itu pasti sangat menyakitkan. Tapi kau tidak boleh terus menoleh ke belakang. Kau harus melangkah ke depan Krystal-ah. Masih banyak orang yang menyayangimu. Kau memang tidak bisa lagi melihat mereka, tapi kau masih bisa melihat kakakmu dan juga melihatku.” Suara Sehun semakin pelan saat ucapan nya.
“Melihatmu? Gumam Krystal ragu.”Aku bukan Sulli.” Tegasnya. Sikap Sehun padanya memang selalu membuatnya bimbang.
“Aku tahu kau bukan Sulli. Apa salah jika aku benar menyukai Krystal Jung?”
“Jangan Bercanda.”
“Aku tidak sedang bercanda Krystal-ah.”
“Mungkin kau hanya berhalusinasi. Kau mengira aku adalah Sulli.” Krystal tetap mengotot dengan pendapatnya.
“Aish!!” Sehun justru mengacak rambutnya sendiri. Berkali-kali ia berdecak kesal.” Sulli bahkan tidak pernah membuatku pusing seperti ini. Baru kali ini aku merasa tidak bisa memakai akal sehatku. Aku juga tidak mengerti apa yang terjadi Krysta-ah. Aku mengelak mati-matian perasaan ini tapi tetap tidak bisa. Apa aku mulai tidak waras?”
Krystal hampir tertawa melihat tingkah Sehun itu. Sisi kekanakan namja itu yang baru ia tahu. Ia langsung tersenyum saat sadar Sehun kini berganti menatapnya lekat.
“Kau tidak pecaya padaku?” terlukis sedikit gurat kekecewaan di wajah Sehun.
“Anio!! Aku hanya ragu. Ini sangat membingungkan.” Desah Krystal.
Sehun mengangguk.” Ne, ini sangat membingungkan.”
©©©©
Sehun menaruh seikat bunga lily itu sambil tersenyum tipis. Memandang gundukan tanah dengan rumput hijau yang terhias embun pagi.
Tak jauh dibelakangnya, krystal berdiri mematung kaku. Mengunjungi makam Sulli terasa sangat canggung untuknya.
“Kemarilah Krystal-ah!” panggil Sehun
Perlahan Krystal melangkah mendekat lalu berdiri tepat di samping Sehun.
“Sulli-ah, dia datang. Gadis itu, gadis pembawa kedua matamu. Mungkin tanpa sepengetahuanku kau sudah mengenalnya. Krystal Jung, namanya sangat cantik bukan? Seperti orangnya, dia juga sangat cantik.” Sehun berbicara sendiri pada batu nisan yang ada dihadapannya. Seakan Sulli benar-benar ada di depannya untuk diajaknya bicara.
Krystal lekas melirik Sehun. Apa yang dilakukan namja itu? Kenapa ia berbicara sembarangan di makam Sulli?
“Sulli-ah, kurasa aku mulai jatuh cinta padanya.” Lanjut Sehun lagi.
Sementara Krystal semakin membisu getir. Kenapa mulai terselip rasa aneh dalam hatinya saat mendengar ucapan Sehun?
“Awalnya aku tidak yakin. Sama sepertinya aku juga terus ragu. Tapi kalian adalah gadis yang berbeda meski kedua manik mata itu milikmu. Mianhae, perlahan Krystal telah mengambil tempatmu dihatiku. Jika takdir mulai berperan, kuharap aku dan dia dipersatukannya olehnya.”
“Sehun-ah.” Desis Krystal. Jujur ia tidak tahn mendengar kalimat-kalimat dari bibir Sehun itu. Terus ada yang bergetar dalam hatinya meski ia coba menolaknya mati-matian.
Sehun justru meraih tangan Krystal dan menggenggamnya.” Sulli-ah, aku tidak tahu ini benar atau salah. Tapi disini aku akan mengakui kalau aku sangat mencintainya. Sangat mencintainya Krystal Jung.” Ia tersenyum kemudian melirik Krystal.
Sementara Krystal semakin menunduk. Hati yeoja man yang tidak luluh jika diperlakukan seperti itu? Hanya saja untuk saat ini ia terus mencoba bertahan dalam pendiriannya. Meski ia sendiri tak tahu sampai kapan.
©©©©
“Aku enam bulan lebih tua darimu. Harusnya kau memanggilku oppa, Krystal-ah.”
Krystal tertawa kecil. Perkataan Sehun itu mengingatkannya akan sesuatu.”Kau tak ada bedanya dengan Luhan.”ledeknya.
Langkah Sehun langsung terhenti. Begitupun Krystal karena tangan mereka saling berpegang erat sejak tadi.
“Luhan hyung tidak lagi mengganggumu kan?” tanya Sehun Khawatir.
Krystal menggeleng.
“Syukurlah.”
Masih dengan bergandengan tangan, mereka kembali melangkah menapaki jalan menuju rumah Krystal. Sambil sesekali mereka saling bercanda dan tertawa.
“Luhan hyung.”desis Sehun tertahan. Matanya menangkap sosok namja itu tengah bersandar pada mobilnya tepat di depan pagar rumah Krystal.
Dan rupanya Luhan menyadari kehadiran mereka. Ia segera bangkit dari posisinya.
Sedikit menunduk Krystal semakin mencengkeram genggaman tangan Sehun. Ia merasa tidak nyaman jika harus kembali bertemu Luhan. Sikap namja itu padanya selama ini memang meninggalkan trauma tersendiri dalam batinnya.
Tapi kali ini Luhan justru tersenyum manis menyambut mereka. Sehingga menimbulkan kesan baik bagi Sehun & Krystal.
“Aku menunggumu sejak tadi.” Ucap Luhan basa-basi.”Sehun-ah, bisa aku bicara dengan Krystal sebentar?”
Sehun terlihat ragu, ia melirik Krystal minta jawaban. Krystal mengangguk, artinya ia harus membiarkan gadis itu bicara dengan Luhan sejenak.
“Statusmu masih kekasihku Krystal-ah.” Ucap Luhan tenang.
Krystal tercengang keluh. Sedikit menyesal menyuruh Sehun pulang dan memutuskan bicara dengan Luhan seoarang diri. Kini ia terus menunduk.
“Mulai sekarang tidak lagi. Mianhae, aku terus saja mengungkit kalau kedua matamu itu milik Sulli. Aku yakin Sulli pasti tidak suka.”
Barulah Krystal mendongak saat mendengar ucapan Luhan itu.
“Harusnya kau menggantikan posisi Sulli sebagai adikku. Dongsaeng yang cantik, Krystal Jung.”lanjut Luhan lagi.
Krystal terus mematung sambil menatap Luhan serius. Belum pernah ia menatap Luhan selekat ini. Dan disini ia menemukan ketulusan seorang Luhan.
“Mulai sekarang anggaplah aku sebagai kakakmu, Krystal-ah. Dan aku akan menganggapmu sebagai adikku.”
“Aku bingung harus berkata apa. Yang jelas aku senang kau mau melepaskanku Luhan oppa. Mengenai mata ini, aku sangat berterimahkasih pada Sulli. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah lupa. Gomawo.”
Luhan tersenyum tipis.”Dan kau juga harus menggantikan posisi Sulli dihatinya.”
“Mwo?”
“Sehun.” Ucap Luhan singkat
Krystal hanya mampu tersenyum getir. Ia bahkan tidak yakin dengan perasaannya. Ada yang saling bergejolak antara logika dan hatinya.
©©©©
“Sulli eonni, apa kau merindukannya?”gumam Krystal pelan. Ia menerawang memandangi langit biru diatasnya. Cerah, hanya tampak beberapa awan putih menghias disana. Dihembuskannya nafasnya perlahan.”Kenapa mata ini terus melihatnya? Tidak ingin sedikitpun berpaling? Apa ini perasaanmu eonni?”tanyanya. yang tentu saja tak menemukan jawaban.
“Sulli eonni, aku sungguh tidak mengerti. Perasaanku ini milikku atau milikmu? Yang ingin terus bersamanya dan ingin terus melihatnya itu aku atau kau?”
“Krystal Jung pabo.” Sehun terus menertawai Krystal puas. Entah sejak kapan namja itu datang.
Yang jelas kehadirannya sanggup membuat Krystal tak berkutik. Ia merasa seperti orang bodoh karena Sehun pasti melihat yang dilakukannya tadi.
“Sejak kapan kau datang?”tanya Krystal terbata. Entah kenapa ia jadi salah tingkah sendiri.
“Sejak tadi.”Sehun masih saja tersenyum lebar.”Kau juga mencintaiku kan Krystal-ah?”
“Mwo?”
“Yang ingin terus bersamaku dan terus melihatku itu kau bukan Sulli.”
“Aku tidak yakin.” Ucap Krystal lemas.
“Tapi aku sangat yakin. Karena mustahil Sulli merindukanku.”
Krystal terus kebingungan.”Apa maksudmu, Sulli mustahil merindukanmu?”
“Sulli mencintai orang lain bukan aku. Meski berstatus kekasihku, dia hanya menganggapku tak lebih dari seorang kakak. Aku tahu itu tapi aku tetap bertahan disisinya. Aku hanya ingin dia terus tersenyum di saat-saat terakhirnya meski bukan aku yang dia harapkan. Bisa jadi melalui matanya Sulli, ia mengirimmu padaku. Membuatmu mencintaiku karena dia tidak bisa melakukannya.”
Krystal terus mendengar cerita Sehun dengan seksama.”Aku tidak mengerti.” Ucapnya.
“Kau harus mengerti Krystal-ah. Kau mencintaiku, itu perasaanmu sendiri. Lagipula perasaanmu ada di hati bukan dimata.”
Krystal tetap terdiam tapi kemudian tersenyum sendiri. Seperti ada perasaan hangat dan nyaman yang memeluk hatinya. Apa ini cinta?
“Apa kau mencintaiku?”tanya Sehun sekali lagi.
Masih menggulum senyumnya, Krystal berganti memandang Sehun lekat. Seperti inikah rasanya jatuh cinta.
“Krystal-ah.”desak Sehun, karena gadis itu tak kunjung menjawab.
Akhirnya Krystal mengangguk.”Ne.”ucapnya pelan. Ia sedikit merona malu karenanya.
Tentu Sehun tersenyum senang atas jawaban Krystal itu. Perlahan ia meraih tangan Krystal lalu menggenggamnya.
“Saranghae.”ucapnya pelan.                                  


©THE END©

Hai semua....... ini FanFiction ku yang pertama jadi mohon pengertiannya ya kalau banyak kesalahan pada kata-kata. J

© SELAMAT MEMBACA ©

0 komentar:

Posting Komentar