YOUR EYES
CAST : OH SEHUN (SEHUN)
JUNG SOO JUNG (KRYSTAL)
XI LUHAN (LUHAN)
“AKU HANYA
INGIN TAHU PADA SIAPA DIA MENDONORKAN MATANYA?”
©©©©
Sehun terus menatap penuh harap pada namja dihadapannya.
Xi Luhan, kakak dari kekasihnya yang telah tiada. Tiga bulan berlaludari masa
duka itu. Dan Sehun rasa saatnyasudah tepat untuk mengungkapkan semuanya. Pada
siapa Sulli mendonorkan matanya.
Jauh dalam lubuk hatinya sebenarnya ia tidak terima. Ia
tidak rela sang kekasihnya terbujur kaku dalam pembaringan terakhirnya dengan
keadaan seperti itu. Tanpa mata, bukankah itu sangat kejam. Lalu dimana kedua
manik mata itu sekarang?
“Hyung,
kata kan padaku siapa yang menerima donor mata Sulli?”
Beberapa detik Luhan terus tercengang ragu tapi kemudian
ia mengangguk.
“Seorang gadis yang kecelakaan bersamaan saat Sulli masuk
rumahsakit. Pecahan kaca membuat matanya buta. Aku juga tidak mengerti kenapa
Sulli memutuskan memberikan matanya pada gadis itu.”
“Apa aku boleh tahu siapa dia?”
“Untuk apa?”
“Aku hanaya ingin tahu, itu saja hyung.”
“Gadis itu tidak tahu apa-apa. Ini adalah permintaan
terakhir Sulli, aku tidak punya pilihan lain selain mewujudkannya.” Tutur
Luhan.
Sehun mengangguk. Ia juga tidak punya pilihan lain. Sulli
telah pergi dengan damai. Kematian telah membebaskannya dari kanker otak yang
selama ini membelenggunya. Justu ia lah yang sekarang tidak tenang. Kanapa
Sulli pergi tapi meninggalkan matanya, entah pada siapa? Bukankah itu menyisakan
beban bagi orang-orang yang ditinggalkannya?
Rasa penasaran terus saja memenuhi benak Sehun. Ia harus
menemukan gadis itu dengan sendiri atau tanpa bantuan Luhan. Ia sadar mulai ada
dendam tak beralasan pada gadis itu. Gadis yang beruntung masih bisa melihat
indahnya dunia setelah mengambil mata
Sulli. Itu dirasanya sangat tidak adil.
©©©©
Sehun
terus melangkah gamang. Matanya tak hentinya menyapu seluruh sudut salah satu
SMA ternama di Seoul tempat ia baru saja menginjakkan kakinya.
Perlu
berdebat panjang dengan kedua orangtuanya sampai akhirnya ia diperbolehkan
pindah ke sekolah ini. Tentu ia punya alasan kuat, kenapa harus pindah ke
sekolah saat kelulusan tak lebih dari 3 bulan lagi. Meski ia sendiri merasa
alasannya itu kurang bisa diterima akal sehat.
Sekolah
ini tempat gadis itu mengenyam pendidikannya. Gadis pembawa mata Sulli.
Akhirnya ia bisa sampai di sini meski Luhan mati-matian tidak mau
memberitahunya siapa dan dimana keberadaan gadis itu, entah dengan alasan apa.
Matanya langsung menjelajah seluruh penghuni kelas
dengan seksama. Gadis itu juga ada di ruangan ini. Hanya saja ia cuma berbekal
nama tapi tidak tahu bagaimana rupanya. Sehun terus menatap satu persatu
orang-orang yang akan menjadi teman sekelasnya itu. Tak peduli banyak diantara
mereka yang balas menatapnya asing.
“Krystal Jung?” sebut Sehun hati-hati. Ia memandang lekat
seorang gadis yang sibuk membaca dibangkunya dengan name tag Krystal Jung.
“Ne?” lekas Krystal mendongak.
Inikah
gadis itu? Sehun mematung keluh. Kenapa Krystal jung jauh dari kesan yang ia
bayangkan. Sulit dipercaya jika mata gadis ini milik Sulli. Kemana bola mata
teduh yang dulu selalu berbinar terang? Kenapa pada gadis ini, sorot mata itu
tampak begitu tajam dan dingin.
“Wae?” rupanya Krystal sedikit
terusik dengan kehadiran Sehun.
Sehun pun langsung tersenyum
tipis. Kesan awal haruslah terlihat baik.” Aku murid baru. Boleh aku duduk
disini?”
“ apa tidak ada tempat lain?”
Tanggapan
yang dingin. Sehun paham sepertinya Krystal tidak suka sengan kehadirannya.
“ Tidak ada lagi bangku yang kosong
Krysal-ssi.”
Dan
itu pun tidak direspon Krystal dengan jawaban. Ia hanya mengambil tas
selempangnya dari bangku kosong disampingnya. Mempersilahkan Sehun untuk duduk
walau terlihat sangat jelas tidak ikhlas.
“ Terima kasih.” Sahut Sehun. Sekilas ia melirik gadis
disampingnya yang kembali sibuk membaca buku yang tadi dibacanya. Dan lagi-lagi
ada rasa tidak terima yang menyergap batinnya. Mata itu milik Sulli.
©©©©
Seoul
di pagi hari yang begitu dingin. Sehun terus memicingkan matanya penasaran.
Agak ragu dengan penglihatannya tapi ini sangat nyata. Krystal Jung turun dari
mobil yang sangat ia kenal. Mobil itu milik Xi Luhan. Sebenarnya apa yang tidak
ia ketahui?”
“Krystak-ssi.” Tergesa Sehun menjejeri
langkah Krystal.”Siapa yang mengantarmu tadi?”
Krystal
hanya melirik sekilas. Sedikitpun tidak ada niat untuk menjawab. Ia justru
sengaja mempercepat langkahnya menuju kelas.
“Apa kau mengenal Xi Luhan?”
Pertanyaan Sehun itu barulah
menbuat tapakan kaki Krystal terhenti. Gadis itu lekas menoleh dan menatap
Sehun tajam.
“Siapa kau.”
“Bukankah berkali-kali aku
memperkenalkan namaku Oh Sehun? Apa kau lupa?”
Sehun
sadar betul kalau ucapannya itu pasti akan diacuhkan Krystal. Karena itu ia
segera meralat jawabannya sesuai yang Krystal inginkan.
“Luhan teman lamaku. Bagaimana
kau bisa mengenalnya?”
“Itu bukan urusanmu.”ketus Krystal. Ia baru akan melangkah pergi sampai Sehun
kembali berucap yang membuatnya seketika tercekat.
“Kalau begitu kau juga mengenal Sulli?”seperti tanpa
sadar Sehun menanyakan ini. Seakan ingin meleburkan segala keangkuhan Krystal.
Benar,
Krystal langsung terdiam kaku. Pandangannya nanar karena matanya mulai
berkaca-kaca. Perlahan ia melangkah mendekati Sehun dan menatapnya kian lekat.
“Sebenarnya kau siapa?”
tanyanya terbata.
Dan
Sehun justru mengalihkan pandangannya. Bukan karena ia tak mampu menatap mata
Krystal berlama-lama. Tapi karena ia tak tahan melihat sorotan mataKrystal yang
begitu kelam. Jauh dari binar mata Sulli selama ini. Krystal Jung seperti
menyimpan sebuah misteri.
“Namaku Oh Sehun.” Jawab Sehun sekenanya. Ia melewati
begitu saja, Krystal yang masih mematung pilu.
Setelah
beberapa langkah, sejenak ia menoleh keberadaan Krystal. Kenapa tiba-tiba ada
rasa iba yang menyelimutinya. Ada apa sebenarnya dengan gadis itu? Lalu Luhan?
Sulli? Sehun menggeleng kecil kemudian mulai melanjutkan langkahnya. Seperti
ada lingkaran antara Krystal, Luhan, dan sulli yang ia tak tahu apa itu.
©©©©
“Mianhae Luhan-ssi, tapi aku
bisa pulang sendiri.”
“Luhan oppa. Bukankah berulang
kali aku menyuruhmu memanggilku oppa?”
Krystal lekas menunduk.” Luhan
oppa.” Bisiknya getir.
“Masuklah, nanti aku akan
menjemputmu. Jangan pulang sebelum aku datang.”
Krystal
mengangguk. Ia langsung melangkahkan kakinya memasuki gerbang sekolah yang
masih terbuka.
Tak
sadar sepasang mata terus mengawasinya sejak tadi. Sehun hanya sanggup mematung
dalam pemikirannya sendiri. Terus melihat apa yang terjadi antara Luhan dan
Krystal. Ada hubungan apa antara mereka?
Seperti
biasa gadis itu selalu menyendiri di bangkunya. Tak peduli pada teman-teman
sekelasnya yang terus ricuh. Para yeoja yang sibuk bergosip, para namja yang
asyik mengobrol. Krystal seakan tenggelam dalam dunianya sendiri. Membaca,
selalu seperti itu etiap hari. Meski ia tak tampak seperti seorang kutu buku.
Perlahan
Sehun menghampiri gadis itu. Dalam keaadan diam ia dudukdibangkunya. Dan
seperti biasa Krystal tak perna peduli dengan kehadirannya. Menoleh sedikitpun
tak pernah gadis itu lakukan.
Dan
Sehun juga sama. Kali ini ia juga sedang malas bicara. Dalam benaknya ia sedang
menerka-nerka akan banyak hal. Tapi semakin lama seperti ada yang mengusik
batinnya. Ia tak tahan lagi untuk terus membisu.
“Krystal-ssi, sebenarnya Luhan
itu....”
“Kakak dari Sulli, gadis pemilik mata ini kan.”potong
Krystal cepat saat sehun belum menyelesaikan ucapannya.
“Kau tahu?” tanya Sehun
terbata.
“Ne. Kenapa dia memberikan matanya padaku? Kenapa tidak
biarkan saja aku buta? Untuk apa aku mampu melihat tapi tak bisa melihat
orang-orang yang kusayangi?” cecar Krystal beruntun.
Sehun
sungguh tercengang dengan perkataan Krystal itu.”Ternyata benar, kau memang
gadis yang tidak tahu diri.”
“Mwo?”
“Harusnya kau berterimakasih Krystal-ssi. Kau beruntung
Sulli memberikan matanya padamu. Perlu kau tahu, sampai saat ini aku bahkan
tidak rela mata itu kau miliki meski Sulli tidak lagi membutuhkannya.” Bentak
Sehun. Ia tak peduli berpasang-pasang mata melihat pertengkarannya dengan
Krystal.
“Apa Sulli kekasihmu.” Tebak Krystal.
Tanpa Sehun menjawab ia sudah paham. Raut wajah namja itu
begitu getir, ia tahu jawabannya iya.
“Lalu apa tujuanmu pindah ke sekolah ini? Kau ingin
mengambil kembali mata ini? Ambil saja kalau kau mau.” Balas krystal tak kalah
sengit. Lekas ia bamgkit berdiri lalu memilih pergi sebelum tangisannya pecah.
Meninggalkan
sehun yang membisu dengan pandangan kosong. Ia sungguh tidak habis pikir dengan
gadis bernama Krystal Jung itu.
©©©©
“Kedua orangtuanya meninggal
dalam kecelakaan itu, kecelakaan yang membuat matanya buta.”
“Dulu Krystal Jung adalah gadis yangsangat ceria, tapi
setelah kecelakaan dia berubah murung dan penyendiri.
“Bahkan teman-teman dekatnya perlahan menjauh karena
sikap angkuhnya itu.”
“sekarang dia hanya tinggal bersama kakak perempuannya.
Tapi kudengar dia juga punya seorang kekasih.”
Pernyataan-pernyataan
itu masih terngiang di telinga Sehun. Cerita tentang Krystal Jung yang ia
peroleh dari beberapa teman sekolahnya.
Sekilas
ia melirik bangku disampingnya. Tempat itu kosong tiga hari ini. Tepat sejak
bertengkar dengannya, Krystal tidak masuk sekolah. Kini Sehun benar-benar
dibuat gusar oleh gadis itu. Ternyata seorang Krystal Jung menyimpan kisah
hidup yang begitu menyedihkan. Sama sepertinya ternyata Krystal juga merasakan
pedihnya kehilangan. Lalu pantaskah ia masih menyimpan rasa dendam tanpa alasan
pada gads itu?
Coba
dipikir secara naluri. Sulli sendiri yang memutuskan mendonorkan matanya pada
Krystal. Bukan Krystal yang mengambilnya. Seperti kata Luhan, gadis itu tidk
tahu apa-apa.
Lalu
Luhan? Ia berperan apa dalam kisah hidup Krystal? Semakin dipikir semakin
membuat kepala Sehun serasa berdenyut pusing. Ia sendiri yang mengawali masuk
dalam kehidupan Krystal dan sekarang seakan terjebak terus terbawa arusnya.
©©©©
Gadis
itu tampak begitu gelisah. Matanya terus mengawasi kesana kemari. Takut kalau
keberadaannya diketahui seseorang.
“Krystal-ssi.”
Krystal
tersentak karena panggilan itu. Namun segera ia bernafas lega begitu tahu siapa
orang yang memanggilnya. Sehun, entah apa yang dilakukan namja itu disini.
Dijalan sempit dekat rumah Krystal.
Meski
Krystal tidak mengharapkan kehadiran Sehun, setidaknya itu lebih baik daripada
orang yang saat ini sangat ingin ia hindari.
“Apa yang terjadi? Kau memakai seragam tapi tidak pernah
berangkat ke sekolah. Sebenarnya kau kemana?” cecar sehun penasaran. Sambil
memasukan kedua tangannya pada saku celana, ia terus berjalan membuntuti
Krystal.
“Apa aku harus mengatakan semuanya padamu ? aku mau
kemana itu bukan urusanmu.”ketus Krystal
“Mianhae.”
Krystal
terus terdiam. Sebenarnya ia juga tidak terlalu ambil pusing dengan
pertengkarannya dengan Sehun. Ia masih punya masalahlain yang lebih berat yang
membuat batinnya tersiksa.
“Aku sudah melupakannya.”
Kalimat Krystal menggantung di udara. Tiba-tiba ia terhenyak saat matanya
menagkap sesuatu, mobil Luhan.
Buru-buru
ia meraik tangan sehun untuk bersembunyai bersamanya di sebuah gang sempit tak
jauh dari tempat meraka tadi.
“Wae? Kenapa kau smbunyi seaat melihat mobil Luhan hyung?
Ada hubungan apa kau dengannya? Apa kau takut padanya?” Sehun terus saja
menampakkan raut wajah bingungnya.
Krystal
menggeleng. Bukan saatnya untuk menjelaskan karena ia yakin tadi Luhan pasti
melihatnya. Dan kemungkinan namja itu turun dari mobil lalu mengejarnya.
“Krystal-ssi.” Kali ini Sehun tidak lagi akan mendasak
Krystal. Melainkan, karena kejauhan ia melihat sosok Luhantengah melangkah ke
arah mereka.”Lari.” perintahnya.
Tanpa
pikir panjang ia menggenggam tangan Krystal dan menyeret nya pergi. Meski
Krystal terengah-engah. Dan Krystal juga tak peduli tu. Karena ia tau betul
dibelakang sana Luhan tengah mengejar mereka.
“Jalan ini buntu.” Panik
Krystal.” Lalu bagaimana? Tidak mungkin
kita kembali.”berkali-kali ia menengok ke belakang, takut kalau mereka berhasil
terkejar oleh Luhan.
“Tidak ada jalan lain. Panjat
tembok ini.”
“Mwo?”
Memanjat tembok setinggi hampir
2 meter, Krystal mana sanggup melakukannya. Membayangkan saja sudah membuatmnya
frustasi.
“Naiklah.”perintah Sehun. Ia
sedikit berjongkok.
Mempersilahkan Krystal
menginjak punggungnya agar bisa menjangkau tembok tinggi itu.”Tidak ada waktu
lagi Krystal-ssi, cepat naik.” Bentaknya.
Meski
ragu, Krystal menurut. Agak hati-hati dan sedikit berusaha payah, akhirnya ia
bisa sampai di sisi lain dari tembok tadi. Dan tak butuh waktu lama untuk Sehun
menyusulnya.
Masih
menata helaan nafasnya Krystal bersandar pada tembok yang dipanjatnya tadi.
Sepertinya keadaan sudah aman, Luhan tidak mungkin menemukan mereka.” Kenapa
kau melakukan ini? Bukankah kau membenciku?”
Nafas
Sehun juga tak kalah tersengal-sengal dari Krysta. Ia duduk tak jauh dari gadis
itu. Menyadari apa yang baru saja dilakukannya, membuatnya bingung sendiri.
Apalagi saat mendengar pertanyaan Krystal, ia merasa seperti orang bodoh
sekarang. Kenapa ia membawa lari gadis itu dari Luhan? Sangat aneh mengingatkan
ia sudah menganggap Luhan seperti kakaknya sendiri dan hubungannya dengan
Krystal juga kurang baik.
“ Bukankah kau bagian darinya?
Kau dan Luhan?” tanya Krystal lagi.
Sehun lekas menggeleng.”Aku
tidak tahu apa-apa. Aku sungguh tidak mengerti ada apa antara kau dan Luhan
hyung.”
“Hutang budi karena mata ini.”
Bisik Krystal lirih.
“Apa maksudmu.”
“Mata ini milik adiknya.
Berkali-kali dia menekan itu padaku. Aku tidak punya pilihan lain kecuali
memenuhi segala keinginannya.”
“Apa yang diinginkan Luhan
hyung darimu?”
“Jadi kekasihnya.”
“Mwo?” Sehun memekik tak
percaya. Ini sungguh tidak masuk akal.” Lalu apa kau memenuhinya.”
Krystal mengangguk.
“Tapi kenapa kau lari saat
melihat kekasihmu sendiri?”
“Karena aku tidak pernah
menginginkannya. Aku tidak suka diatur dan diperlakukan layaknya boneka.
Sungguh, bukan keinginanku untuk mengambil mata Sulli. Seandainya bisa diulang
mungkin lebih baik aku tetap buta. Aku bisa melihat lagi tapi tak bisa melihat
kedua orangtuaku. Ditambah harus tersiksa tekanan batin seperti ini. Aku
benar-benar tidah tahn. Dan kau. Kau juga datang untuk mempermasalahkan mata
ini kan?”
Sehun
terdiam dengan tuduhan Krystal itu. Apalagi saat Krystal terus menatapnya tajam
dengan mata berkaca-kaca. Jujur, ia tidak tahan melihatnya. Meski tak
sedikitpun ia menemukan sosok Sulli disana. Tapi tatapan Krystal itu seolah
menghujam jantungnya.
“Krystal-ssi, sebaiknya kau pulang. Aku yakin Luhan hyung
sudah pergi. Maaf aku tidak bisa mengantarmu, aku ada urusan lain.tertatih
sehun memilih pergi. Kentara sekali kalau ia sengaja menghindar.
Tepat
saat itu juga air mata Krystal perlahan turun mengalir pedih.
©©©©
“Hyung, yang kau lakukan itu
sungguh tidak masuk akal.” Kecam Sehun. Berkali-kali ia berdecak dihadapan
Luhan.”Apa karena ini kau bersikeras tidak mau memberitahuku siapa dia?”
Luhan tersenyum tipis.”Lalu
menurutmu yang kau lakukan masuk akal? Mencari tahu sosok Krystal Jung sampai
harus pindah sekolah. Itu lebih menggelikan Sehun-ah.”
“Baiklah, anggap saja yang kita lakukan sama-sama tidak
masuk akal. Tapi setidaknya aku masih cukup waras untuk tidak memaksakan
kehendakku.”
“Apa maksudmu?”
“Krystal Jung tidak mencintaimu hyung.”
Luhan berdecak kecil.”Perlu kau tahu, statusnya sekarang
adalah kekasihku.”
“tapi itu karna paksaanmu. Dan perlu kau tahu hyung,
Krystal sangat tersiksa dengan tindakanmu itu.”
“Lalu apa urusanmu? Apa karena mata gadis itu milik Sulli
jadi kau merasa berhak untuk ikut campur? Atau justru kau jatuh cinta padanya?”
lantang Luhan. Ia tersenyum sinis melihat Sehun hanya terdiam.”Dia Krystal Jung
Sehun-ah, bukan Sulli.”
Sehun
masih tetap terdiam keluh. Yang dikatakan Luhan benar, gadis itu Krystal bukan
Sulli. Tapi tetap saja ia tidak bisa untuk bersikap tidak peduli.
“Aku tidak pernah menganggap Krystal adalah Sulli. Jadi
kuharap kau melepaskannya hyung. Jangan terus membelenggunya dengan alasan
balas budi. Sulli pasti tidak senang dengan yang kau lakukan ini.”
“Sikapmu itu seakan menunjukkan kalau kau menyukai
Krystal.”sindir Luhan, ia tertawa kecil.
“Kalau iya kenapa?” tantang Sehun. Baru kali ini ia bisa
bersikap angkuh dihadapan Luhan.”Kalau aku menyukai Krystal kenapa hyung? Kau
takut aku merebutnya darimu?”
Sehun
tersenym tipis. Senyum yang bagi Luhan terlihat amat sangat menyebalkan. Namja
yang selama ini punya hubungan baik dengannya itu, kenapa sekarang berbalik
arah melawannya.
“Anggap saja aku memang menyukai Krystal dan berniat
merebutnya darimu hyung.” Tutur Sehun. Ia tersenyum penuh kemenangan menatap
raut getir Luhan.
©©©©
“Kenapa kau terus melihatku
seperti itu?”
Sedikit
aneh Krystal dengan sikap Sehun hari ini. Apa namja itu bunglon yang setiap
saat bisa berubah warna? Kenapa sifatnya selalu berubah-ubah? Lihat, Sehun
terus saja melemparkan senyum manisnya.
“Kau belum berterimakasih padaku atas kejadian kemarin
Krystal-ah.”
“Mwo?” Krystal lekas berdecak.” Terima kasih.” Ucapnya
malas.
Lekas ia duduk di bangkunya karena jam pelajaran akan
segera dimulai.
Tapi
sepanjang jam pelajaran matematika itu, ia sama sekali tak bisa konsentrasi.
Masalhnya sejak tadi Sehun belum juga bosan memandanginya. Apa ada sesuatu yang
tidak beres terjadi dengannya? Apa ada masalah dengan otak namja itu?
“Wae?” lirik Krystal tajam,
lama-lama ia jadi risih sendiri.
“Aku baru sadar ternyata kau sangat cantik Krystal-ah.
Pantas Luhan hyung memaksamu untuk memilihmu.”
“Mwo?” untung Krystal masih bisa mengontrol nada
suaranya. Kalau ia tidak ingat ada seonsaengnim didepan sana, tentu saja ia
sudah memekik mendengar ucapan Sehun itu.” Kau tidak ada bedanya dengaan
Luhan.”
“Kemarin aku berkata pada Luhan hyung kalau aku akan
merebutnu darinya.”
“Apa kau gila?” Krystal berharap kali ini Sehun sedang
bercanda.
“Awalnya aku hanya ingin mebggeretak Luhan hyung. Tapi
sepertinya itu akan sungguh kulakukan.” Sehun menjawab dengan tenang. Tampak ia
sangat puas melihat raut wajah Krystal yangsemakin kebingungan.
“Aku bukan Sulli meski mata ini miliknya.” Ucap Krystal
cepat.
“Aku tahu itu.” Sehun justru mengusap kepala Krystal
pelan lalu tersenyum sendiri.
Tetu saja perlakuannya itu membuat Krystal ternganga tak
percaya.
“Sehun-ss, hentikan sikap anehmu ini.” Desisnya.
Lama-lama Krystal frustasi sendiri.
“Kenapa? Kau takut padaku? Dimana Krystal Jung yang biasanya
angkuh, dingin, dan kejam itu? Baguslah kalau dia sudah pergi, aku memang tidak
suka gadis seperti itu.”
Krystal
terdiam. Tanpa sadar ia menarik kedua ujung bibirnya. Sepertinya segala
kebekuan hatinya mulai mencair.
©©©©
“Aku tidak mau, kau tidak bisa memaksaku.” Krystal
berusaha keras untuk berontak dari cengkeraman tangan Luhan. Setelah beberapa
hari menghindar, mungkin inihari sialnya karena harus bertemu namja itu.
“Kau tidak punya pilihan
lain Krystal-ah. Kau harus ikut denganku. Ingat mata itu milik adikku, Sulli.”
“Luhan hyung, kau sudah
keterlaluan.” Teriak Sehun lantang. Ia berjalan tergesa lalu melepas kasar
genggaman tangan Luhan pada Krystal.
“Sehun-ah,berkali-kali
aku bilang padamu dia Krystal bukan Sulli.”
“Aku tidak amnesia
hyung. Aku tahu dia Krystal. Dan saat ini Krystal akan pulang denganku.”
Baru Sehun akan menarik
Krystal pergi tapi tangan Krystal satunya lekas ditahan Luhan.
“Krystal bersamaku.”
Tegas Luhan. Ia terus memandang Sehun. Segala hubungan baik mereka dulu seakan
runtuh tak bersisa.
Sedangkan Sehun tetap
bersikap tenang. Ia masih saja mengumbar senyumnya.” Baiklah, Krystal-ah kau
memilih ikut dengan siapa?”
Tanpa ragu Krystal segera melepaskan tangan Luhan dan
beralih ke dekat Sehun lalu menggenggam tangan namja itu dengan erat, itulah
jawabannya.
“Lihat
hyung, terbukti Krystal memilihku. Kau kalah, jadi jangan lagi menganggunya.”
“Kau...”
geram Luhan. Terlihat ia begitu kesal menahan amarahnya.
Dalam benak Sehun, pasti Luhan sangat marah lalu
kemungkinan terburu untuk memukulnya. Tapi ia salah. Luhan justru memilih pergi
dengan tatapan sinis.
Krystal juga tak menyangka akan semudah ini. Saat Luhan
sudah pergi, ia langsung menarik tangannya dari genggaman Sehun. Tak peduli
raut namja itu yang terus memandangnya aneh.
©©©©
“Aku tahu kau melakukan ini semua untuk membantuku
lepas dari Luhan. Terima kasih.” Ucap Krystal tulus.
Ia dan Sehun terus
melangkah beriringan di jalan setapak di bawah guguran daun yang menguning.
Sehun tersenyum tipis.”
Sebenarrnya aku juga tidj mengerti kenapa aku melakukannya. Apa mungkin aku
sungguh jatuh cinta padamu?”
Sontak langkah kaki
Krystal terhenti. Sehun mengatakannya dengan begitu lugas, apa namja itu
serius?
“Bukankah sebenarnya kau
membenciku? Kau sendiri yang bilang kalau kau tidak rela aku memiliki mata
Sulli.” Gumam Krystal pelan.
“Awalnya memang seperti
itu. Entahlah, aku tidak mengerti.”
“Apa kau mengingat Sulli saat melihatku?” tebak
Krystal.
Sehun lekas menatap
Krystal lekat. Menelusuri apa ada jejak Sulli tertinggal disana. Tapi ai tidak
menemukannya sama sekali. Bahkan pada mata itu. Kedua gadis itu nyata berbeda.
“Anio.” Sehun menggeleng
yakin.” Sedikitpun aku tidak melihat sosok Sulli dalam dirimu. Sudahlah,
lupakan yang kukatakan tadi.” Kini ia malah mempercepat langkahnya.
Meninggalkan Krystal
dalam hening kesendirian. Gadis itu hanya menatap punggung Sehun yang kian
menjauh.
©©©©
“Mungkin kita bisa mulai
jadi teman baik.” Tawar Sehun. Ia tersenyum manis sambil menyerahkan sekaleng
soft drink pada Krystal.
Dengan senang hati
Krystal menerimanya. Lekas ia membukanya lalu meminumnya sedikit.” Kenapa kau
mau jadi temanku?” tanyanya.
“Karena kulihat kau
tidak punya teman.” Jawan Sehun santai. Ia meneguk soft drink di tangannya tadi
lalu tersenyum saat tahu Krystal tengah meliriknya tajam.” Kembalilah menjadi
Krystal Jung yang dulu. Krystal yang selalu ceria dan punya banyak teman.”
Pintanya.
“Kau bahkan tidak mengenal
seperti apa aku yang dulu.”
“Karena itu jadilah
Krystal Jung yang dulu agar aku bisa mengenalmu. Mulailah dengan tersenyum. Apa
kau tidak bosan memasang tampang angkuh seperti itu? Hidup ini terlalu indah
untuk kau sia-siakn Krystal-ah.”
Krystal justru
memalingkan wajahnya. Lebih senang memandang hamparan rumput hijau di
hadapannya. Menerawang memikirkan sesuatu.
“Mianhae, selama ini aku sangattidak menghargai
kedua mata ini.” Bisiknya lirih.
“Aku tahu. Kau bisa
melihat tapi tidak bisa meihat kedua orantuamu, itu pasti sangat menyakitkan.
Tapi kau tidak boleh terus menoleh ke belakang. Kau harus melangkah ke depan
Krystal-ah. Masih banyak orang yang menyayangimu. Kau memang tidak bisa lagi
melihat mereka, tapi kau masih bisa melihat kakakmu dan juga melihatku.” Suara
Sehun semakin pelan saat ucapan nya.
“Melihatmu? Gumam
Krystal ragu.”Aku bukan Sulli.” Tegasnya. Sikap Sehun padanya memang selalu
membuatnya bimbang.
“Aku tahu kau bukan
Sulli. Apa salah jika aku benar menyukai Krystal Jung?”
“Jangan Bercanda.”
“Aku tidak sedang
bercanda Krystal-ah.”
“Mungkin kau hanya
berhalusinasi. Kau mengira aku adalah Sulli.” Krystal tetap mengotot dengan
pendapatnya.
“Aish!!” Sehun justru
mengacak rambutnya sendiri. Berkali-kali ia berdecak kesal.” Sulli bahkan tidak
pernah membuatku pusing seperti ini. Baru kali ini aku merasa tidak bisa
memakai akal sehatku. Aku juga tidak mengerti apa yang terjadi Krysta-ah. Aku
mengelak mati-matian perasaan ini tapi tetap tidak bisa. Apa aku mulai tidak
waras?”
Krystal hampir tertawa
melihat tingkah Sehun itu. Sisi kekanakan namja itu yang baru ia tahu. Ia
langsung tersenyum saat sadar Sehun kini berganti menatapnya lekat.
“Kau tidak pecaya padaku?” terlukis sedikit gurat
kekecewaan di wajah Sehun.
“Anio!! Aku hanya ragu. Ini sangat membingungkan.”
Desah Krystal.
Sehun mengangguk.” Ne, ini sangat membingungkan.”
©©©©
Sehun menaruh seikat
bunga lily itu sambil tersenyum tipis. Memandang gundukan tanah dengan rumput
hijau yang terhias embun pagi.
Tak jauh dibelakangnya,
krystal berdiri mematung kaku. Mengunjungi makam Sulli terasa sangat canggung
untuknya.
“Kemarilah Krystal-ah!” panggil Sehun
Perlahan Krystal
melangkah mendekat lalu berdiri tepat di samping Sehun.
“Sulli-ah, dia datang.
Gadis itu, gadis pembawa kedua matamu. Mungkin tanpa sepengetahuanku kau sudah
mengenalnya. Krystal Jung, namanya sangat cantik bukan? Seperti orangnya, dia
juga sangat cantik.” Sehun berbicara sendiri pada batu nisan yang ada
dihadapannya. Seakan Sulli benar-benar ada di depannya untuk diajaknya bicara.
Krystal lekas melirik
Sehun. Apa yang dilakukan namja itu? Kenapa ia berbicara sembarangan di makam
Sulli?
“Sulli-ah, kurasa aku mulai jatuh cinta padanya.”
Lanjut Sehun lagi.
Sementara Krystal
semakin membisu getir. Kenapa mulai terselip rasa aneh dalam hatinya saat
mendengar ucapan Sehun?
“Awalnya aku tidak
yakin. Sama sepertinya aku juga terus ragu. Tapi kalian adalah gadis yang
berbeda meski kedua manik mata itu milikmu. Mianhae, perlahan Krystal telah
mengambil tempatmu dihatiku. Jika takdir mulai berperan, kuharap aku dan dia
dipersatukannya olehnya.”
“Sehun-ah.” Desis
Krystal. Jujur ia tidak tahn mendengar kalimat-kalimat dari bibir Sehun itu.
Terus ada yang bergetar dalam hatinya meski ia coba menolaknya mati-matian.
Sehun justru meraih tangan
Krystal dan menggenggamnya.” Sulli-ah, aku tidak tahu ini benar atau salah.
Tapi disini aku akan mengakui kalau aku sangat mencintainya. Sangat
mencintainya Krystal Jung.” Ia tersenyum kemudian melirik Krystal.
Sementara Krystal
semakin menunduk. Hati yeoja man yang tidak luluh jika diperlakukan seperti
itu? Hanya saja untuk saat ini ia terus mencoba bertahan dalam pendiriannya.
Meski ia sendiri tak tahu sampai kapan.
©©©©
“Aku enam bulan lebih tua darimu. Harusnya kau
memanggilku oppa, Krystal-ah.”
Krystal tertawa kecil.
Perkataan Sehun itu mengingatkannya akan sesuatu.”Kau tak ada bedanya dengan
Luhan.”ledeknya.
Langkah Sehun langsung
terhenti. Begitupun Krystal karena tangan mereka saling berpegang erat sejak
tadi.
“Luhan hyung tidak lagi mengganggumu kan?” tanya
Sehun Khawatir.
Krystal menggeleng.
“Syukurlah.”
Masih dengan
bergandengan tangan, mereka kembali melangkah menapaki jalan menuju rumah
Krystal. Sambil sesekali mereka saling bercanda dan tertawa.
“Luhan hyung.”desis
Sehun tertahan. Matanya menangkap sosok namja itu tengah bersandar pada
mobilnya tepat di depan pagar rumah Krystal.
Dan rupanya Luhan
menyadari kehadiran mereka. Ia segera bangkit dari posisinya.
Sedikit menunduk Krystal
semakin mencengkeram genggaman tangan Sehun. Ia merasa tidak nyaman jika harus
kembali bertemu Luhan. Sikap namja itu padanya selama ini memang meninggalkan
trauma tersendiri dalam batinnya.
Tapi kali ini Luhan
justru tersenyum manis menyambut mereka. Sehingga menimbulkan kesan baik bagi
Sehun & Krystal.
“Aku menunggumu sejak
tadi.” Ucap Luhan basa-basi.”Sehun-ah, bisa aku bicara dengan Krystal
sebentar?”
Sehun terlihat ragu, ia
melirik Krystal minta jawaban. Krystal mengangguk, artinya ia harus membiarkan
gadis itu bicara dengan Luhan sejenak.
“Statusmu masih kekasihku Krystal-ah.” Ucap Luhan
tenang.
Krystal tercengang
keluh. Sedikit menyesal menyuruh Sehun pulang dan memutuskan bicara dengan
Luhan seoarang diri. Kini ia terus menunduk.
“Mulai sekarang tidak
lagi. Mianhae, aku terus saja mengungkit kalau kedua matamu itu milik Sulli.
Aku yakin Sulli pasti tidak suka.”
Barulah Krystal
mendongak saat mendengar ucapan Luhan itu.
“Harusnya kau
menggantikan posisi Sulli sebagai adikku. Dongsaeng yang cantik, Krystal
Jung.”lanjut Luhan lagi.
Krystal terus mematung
sambil menatap Luhan serius. Belum pernah ia menatap Luhan selekat ini. Dan
disini ia menemukan ketulusan seorang Luhan.
“Mulai sekarang
anggaplah aku sebagai kakakmu, Krystal-ah. Dan aku akan menganggapmu sebagai
adikku.”
“Aku bingung harus
berkata apa. Yang jelas aku senang kau mau melepaskanku Luhan oppa. Mengenai
mata ini, aku sangat berterimahkasih pada Sulli. Sampai kapanpun aku tidak akan
pernah lupa. Gomawo.”
Luhan tersenyum
tipis.”Dan kau juga harus menggantikan posisi Sulli dihatinya.”
“Mwo?”
“Sehun.” Ucap Luhan
singkat
Krystal hanya mampu
tersenyum getir. Ia bahkan tidak yakin dengan perasaannya. Ada yang saling
bergejolak antara logika dan hatinya.
©©©©
“Sulli eonni, apa kau
merindukannya?”gumam Krystal pelan. Ia menerawang memandangi langit biru diatasnya.
Cerah, hanya tampak beberapa awan putih menghias disana. Dihembuskannya
nafasnya perlahan.”Kenapa mata ini terus melihatnya? Tidak ingin sedikitpun
berpaling? Apa ini perasaanmu eonni?”tanyanya. yang tentu saja tak menemukan
jawaban.
“Sulli eonni, aku sungguh tidak
mengerti. Perasaanku ini milikku atau milikmu? Yang ingin terus bersamanya dan
ingin terus melihatnya itu aku atau kau?”
“Krystal Jung pabo.” Sehun terus
menertawai Krystal puas. Entah sejak kapan namja itu datang.
Yang jelas kehadirannya sanggup membuat Krystal tak
berkutik. Ia merasa seperti orang bodoh karena Sehun pasti melihat yang
dilakukannya tadi.
“Sejak kapan kau
datang?”tanya Krystal terbata. Entah kenapa ia jadi salah tingkah sendiri.
“Sejak tadi.”Sehun masih
saja tersenyum lebar.”Kau juga mencintaiku kan Krystal-ah?”
“Mwo?”
“Yang ingin terus
bersamaku dan terus melihatku itu kau bukan Sulli.”
“Aku tidak yakin.” Ucap
Krystal lemas.
“Tapi aku sangat yakin.
Karena mustahil Sulli merindukanku.”
Krystal terus
kebingungan.”Apa maksudmu, Sulli mustahil merindukanmu?”
“Sulli mencintai orang lain bukan
aku. Meski berstatus kekasihku, dia hanya menganggapku tak lebih dari seorang
kakak. Aku tahu itu tapi aku tetap bertahan disisinya. Aku hanya ingin dia
terus tersenyum di saat-saat terakhirnya meski bukan aku yang dia harapkan.
Bisa jadi melalui matanya Sulli, ia mengirimmu padaku. Membuatmu mencintaiku
karena dia tidak bisa melakukannya.”
Krystal terus mendengar cerita Sehun
dengan seksama.”Aku tidak mengerti.” Ucapnya.
“Kau harus mengerti Krystal-ah. Kau
mencintaiku, itu perasaanmu sendiri. Lagipula perasaanmu ada di hati bukan
dimata.”
Krystal tetap terdiam tapi kemudian tersenyum sendiri.
Seperti ada perasaan hangat dan nyaman yang memeluk hatinya. Apa ini cinta?
“Apa kau mencintaiku?”tanya
Sehun sekali lagi.
Masih menggulum senyumnya, Krystal berganti memandang
Sehun lekat. Seperti inikah rasanya jatuh cinta.
“Krystal-ah.”desak
Sehun, karena gadis itu tak kunjung menjawab.
Akhirnya Krystal
mengangguk.”Ne.”ucapnya pelan. Ia sedikit merona malu karenanya.
Tentu Sehun tersenyum senang atas jawaban Krystal itu.
Perlahan ia meraih tangan Krystal lalu menggenggamnya.
“Saranghae.”ucapnya
pelan.
©THE END©
Hai semua....... ini FanFiction ku yang
pertama jadi mohon pengertiannya ya kalau banyak kesalahan pada kata-kata. J
© SELAMAT MEMBACA ©
_%E5%89%AF%E6%9C%AC.jpg)

0 komentar:
Posting Komentar