Butterfly Over Flower Flying
Flyff Chinese Arrow Through Double Hearts
Dream Land
Red Crown Glitter Ribbon

Pages

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 15 April 2014

FANFICTION : THIEF OF MY HEART

THIEF OF MY HEART


  
CAST  : ¯ Park Jung Soo (Leeteuk)
¯ Kim Taecyeon (Taecyeon)
¯ Cho Kyuhyun
¯ Seo Joo Hyun
Author : Ditha Aprillia Dahlan.

Title : Thief Of My Heart.

Hari ini kelas terlihat lebih ramai dari biasanya. Beberapa dari mereka mulai membicarakan kedatangan siswa baru yang dikabarkan akan masuk ke kelas mereka. Beberapa gadis dikelas itupun mulai berdandan secantik mungkin, karena kabarnya siswa baru itu sangatlah tampan maka mereka berlomba-lomba tampil cantik untuk mendapatkan perhatian dari siswa baru itu nantinya.

“Lihat mereka! Apa mereka gila? Berdandan seperti itu hanya untuk menyambut kedatangan siswa baru” Seorang gadis yang duduk di bangku nomor 2 dari belakang itu tiba tiba saja menyeletuk melihat tingkah teman temannya.
“Taecyeon, apa kau tidak tertarik sedikitpun tentang hal ini?” Tanya Seohyun teman sekelasnya yang duduk tepat didepan gadis itu.
“Belum tentu juga siswa baru itu benar benar tampan” Seohyun hanya menggelengkan kepala mendengar kata-kata temannya itu.

Derap langkah seseorang mulai terdengar mendekati kelas. Seketika kelas hening, seluruh murid mulai diam dan duduk di bangku mereka masing-masing. Tidak lama seorang berkacamata memasuki kelas bersama pria yang benar-benar sangat tampan. Hampir semua yang berada dikelas tercengang melihatnya. Kecuali Taecyeon, ia hanya mengerutkan keningnya saat melihat sosok pria tampan itu.

“Silahkan perkenalkan dirimu” ucap Taejun seonsaengnim pada pria tampan itu.
“Annyeonghaseo Cho Kyuhyun imnida.” pria itu sedikit membungkuk memberi hormat.
“Baiklah silahkan cari bangku yang kosong” Taejun seonsaengnim langsung duduk di tempatnya.

Satu-satunya bangku yang kosong dikelas itu hanyalah bangku yang berada tepat dibelakang tempat duduk Taecyeon. Kyuhyun mulai melangkah menuju tenpat duduknya itu. Semua siswi dikelas itu tidak mengalihkan pandangannya sekalipun dari Kyuhyun, mereka seakan sedang melihat pangeran sedang berjalan didekat mereka. ‘Sempurna’ itu yang ada dipikiran mereka saat melihat Kyuhyun.

Taejun seonsaengnim mulai menerangkan tentang pelajaran dan sesekali menyuruh murid-murid mengerjakan beberapa soal. Kyuhyun sedari tadi hanya memperhatikan sekeliling kelas, mungkin dia sedang mencoba mengingat-ngingat wajah teman-teman sekelasnya. Pandangannya beralih pada gadis yang duduk di depannya, kemudian dia tersenyum samar mengingat sesuatu yang menarik mungkin menurutnya.
           
 Bel istirahat berbunyi. Hampir seluruh murid berhamburan keluar kelas. Tapi tidak dengan Taecyeon dan Kyuhyun. Taecyeon lebih memilih membaca buku kesukannya. Dan Kyuhyun, dia hanya memasang earphone tanpa mendengarkan lagu apapun. Diam-diam dia memperhatikan Taecyeon yang berada didepannya. Kyuhyun berpikir hanya Tecyeon yang tidak tertarik dengan keberadaannya.
            
“TAECYEON-AH!” Seohyun tiba-tiba datang dan berlari menghampiri Taecyeon dengan wajah yang sangat serius.
“Ada apa?” Taecyeon mengerutkan keningnya melihat tatapan Seohyun.
“Leeteuk bertanding melawan para senior lagi”
“MWOYA?”

Kyuhyun mengerutkan keningnya melihat sikap Taecyeon dan Seohyun. Memangnya kenapa jika seorang yang bernama Leeteuk itu bertanding melawan senior? Memangnya siapa itu Leeteuk? Setidaknya itulah yang ada dipikiran Kyuhyun saat ini. Seohyun menarik Taecyeon keluar kelas dan menuju lapangan basket. Rasa penasaran Kuuhyun semakin besar hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti Taecyeon dan Seohyun.

Leeteuk. Dia adalah seseorang yang selama ini diam-diam dikagumi oleh Taecyeon, hanya Seohyun yang mengetahui hal ini. Leeteuk memiliki kepribadian yang sangat dingin sehingga Taecyeon sering menyebutnya ‘namja gunung es’. Leeteuk juga adalah seseorang yang cukup popular disekolahnya, tidak sedikit gadis-gadis yang mengaguminya.
           
 Ketika mereka memasuki lapangan basket indoor teriakan penyemangat mulai terdengar dari para siswa siswi yang menyaksikan pertandingan basket itu. Taecyeon dan Seohyun memasang muka cemas melihat pertandingan ini. Mereka tidak bisa membayangkan apa yang terjadi pada Leeteuk jika dia kalah. Kyuhyun sedari tadi hanya sibuk berusaha mencari wajah seseorang bernama Leeteuk itu.
            
“LEETEUK! SEMANGAT! KAU PASTI BISA MEMENANGKAN PERTANDINGAN INI!” kebanyakan dari mereka memberikan semangat lebih pada Leeteuk.
            Dengan semangat Leeteuk dan teman-temannya mulai saling mengoper bola basket dan mencoba memasukannya ke dalam ring. Pemain mulai berjatuhan, semua pemain sudah mulai lelah. Tapi seakan teringat akan kemenangan, mereka semua kembali menjadi semangat. Terlihat Leeteuk yang mulai mengambil ancang-ancang untuk memasukan bola ke dalam ring.
           
 “KAU HEBAT LEETEUK!!!!” Teriakan para penggemar kembali terdengar saat Leeteuk berhasil mencetak point.
           
 Pertandingan selesai, semua teman 1 tim Leeteuk mulai menghampirinya, Donghae menepuk bahu Leeteuk pelan dan tersenyum puas seakan mengatakan Terimakasih sudah memenangkan pertandingan ini’ dan Leeteuk hanya membalasnya dengan senyuman tipis.
           
 Di bangku penonton terlihat Taecyeon yang tersenyum sangat puas saat melihat kemenangan ini. Taecyeon tahu benar apa yang akan dilakukan senior mereka pada Leeteuk jika dia kalah, Leeteuk benar-benar akan celaka. Seohyun tak henti-hentinya memberikan tepuk tangan, sedangkan Kyuhyun hanya menatap Leeteuk dengan tatapan penuh tanya.

“Kau hebat Leeteuk” ucap Eunhyuk tersenyum lebar kearah Leeteuk.
“Ah gomawo hyung” Leeteuk kembali tersenyum tipis.
“Harusnya kami yang berterimakasih karena kau telah memenangkan pertandingan ini” Siwon menepuk pelan bahu Leeteuk.
            
Myungsoo mengalihkan pandangannya kearah bangku penonton. Tatapannya terhenti pada seorang gadis yang sedang tersenyum sangat manis. Myungsoo tidak menyangka gadis itu menyaksikan pertandingannya. ‘Terimakasih sudah menyaksikan pertandingan ini’  Ia mulai melangkah pergi meninggalkan lapangan bersama teman-temannya yang lain.

****
            Sepertinya Taecyeon datang terlalu pagi kali ini, belum ada satu orangpun yang datang di sekolahnya. Taecyeon memutuskan untuk menyibukkan diri dengan membaca buku kesayangannya yang sebenarnya sudah bepuluh-puluh kali ia baca. Tidak lama Kyuhyun datang dan dengan santai berjalan kearah tempat duduknya sendiri, Taecyeon hanya melirik sebentar kemudian mengalihkan pandangannya kembali pada bukunya. Hening, keadaan dikelas sangatlah hening tidak ada satupun dari mereka berdua yang mengeluarkan suara hingga akhirnya Kyuhyun memberanikan diri untuk menyapa Taecyeon.
            
“Taecyeon-ah” Taecyeon menoleh kearah Kyuhyun yang tiba-tiba saja sudah duduk disampingnya.
“Ada apa?”
“Bisakah aku mengenalmu lebih dekat?”
“Ne?” Taecyeon menaikan sebelah alisnya dan menatap Kyuhyun dengan tatapan bertanya-tanya.
“Aku hanya ingin kita berteman, aku belum memiliki satu orang temanpun disekolah ini. Apa kau mau menjadi teman pertamaku?” Kyuhyun menatap Taecyeon lembut. Taecyeon tersenyum mendengarnya.
“Tentu! Mari berteman” Taecyeon tersenyum lebar kearah Minhyuk membuat pria itu sedikit tercengang, dia pikir gadis itu tidak bisa tersenyum karena sejak kemarin dia tidak melihat Taecyeon tersenyum satu kalipun.
“Ah gomawo!” Kyuhyun sontak memeluk Taecyeon dari samping, membuat Taecyeon sedikit terkejut namun Taecyeon membalas pelukan itu dan tersenyum.
            
Tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan mereka berdua dari depan pintu kelas. Tidak menyangka hatinya hancur hanya karena melihat adegan itu. Ada apa denganku, sepertinya aku benar-benar sudah gila’. Dia pergi menjauh dari kelas itu dengan langkah dan wajah yang sangat kecewa.
“Ah, kau itu orang yang seperti apa?” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan mulai mencari pokok pembicaraan lain.
“emm entahlah, kau harus mencari tahunya sendiri” Taecyeon tersenyum samar.
“aish kau ini, baiklah jika itu maumu aku akan mencari tahu itu secepatnya”
“bukankah dengan cara dekat denganku saja itu sudah membuatmu tahu semua sifatku?” Taecyeon mengerutkan keningnya sesaat.
“aku ingin tahu lebih dari yang kau pikirkan” Kyuhyun tertawa pelan dan mengacak-ngacak rambut Taecyeon.
“Yak! Ah rambutku” Taecyeon memajukan bibirnya dan menggembungkan pipinya ketika menyadari rambutnya sedikit berantakan.
“Ah liat” Kyuhyun membulatkan matanya dan menunjuk wajah Taecyeon membuat gadis itu terkejut.
“Ada apa?” Taecyeon memasang wajah terkejut sambil berusaha mencari tahu apa yang ada diwajahnya dengan cara meraba wajahnya sendiri.
“Wajahmu lucu sekali tadi” Minhyuk tertawa cukup keras sehingga membuat gadis itu jengkel dan menjitaknya dengan cukup keras.
“MWO! Aish kau ini” Kyuhyun meringis kesakitan sambil mengusap-ngusap kepalanya yang baru saja diberi hadiah jitakan dari Taecyeon.
“rasakan, itu balasan untukmu karena sudah mengerjaiku” Taecyeon sedikit menjulurkan lidahnya kearah Kyuhyun.
“Kim Taecyeon!” Seohyun tiba-tiba muncul dan berlari kearah Taecyeon seperti biasa, tapi langkahnya terhenti ketika melihat keakraban Kyuhyun dan sahabatnya itu.
“Waeyo?” Taecyeon menaikan sebelah alisnya ketika melihat wajah bingung Seohyun.
“seharusnya aku yang bertanya ada apa, bukan?”

Seohyun semakin bingung ketika melihat Kyuhyun merangkul bahu Taecyeon. Taecyeon dan Kyuhyun saling menatap kemudian melirik Seohyun secara bersamaan dan tertawa sekeras mungkin membuat Seohyun diam mematung dengan wajah yang masih bertanya-tanya.
           
****
Taecyeon berjalan kearah bangku penonton di lapangan basket indoor, entah ia sadar atau tidak disana ada Leeteuk yang sedang bermain basket. Leeteuk yang sadar akan kehadiran Taecyeon mulai menghentikan aktivitasnya itu. Dia menatap dingin Taecyeon seolah tidak menginginkan kehadiran gadis itu saat ini.

 “Wae?”
 “Gwaenchana, aku hanya ingin berdiam diri di ruangan ini. Anggap saja aku tidak ada” Leeteuk menaikan sebelah alisnya, dia merasa ini bukan Taecyeon, tidak biasanya gadis itu bersikap dingin padanya.
           
Taecyeon kemudian duduk dibangku penonton. Leeteuk melanjutkan aktivitasnya sambil sesekali melirik Taecyeon yang hanya menatap lurus kedepan. Beberapa saat Leeteuk benar-benar tidak peduli pada keberadaan gadis itu, tapi pada akhirnya Leeteuk menghampirinya dan duduk disebelah gadis itu.

“Apa yang terjadi?” Leeteuk duduk disamping Taecyeon, dia benar-benar berbeda dari biasanya.
“Tidak ada”
“Kau tidak pandai berbohong”
“Benar-benar tidak ada”
“Katakanlah”
“Sudah kukatakan tidak ada!” Taecyeon memberikan sedikit penekanan disetiap kata-katanya membuat Leeteuk bungkam sesaat.
“Jangan bersikap aneh jika tidak terjadi apa-apa” Leeteuk mulai beranjak dari tempat duduknya.
“Lalu apa yang harus kulakukan? Melihatmu bermain basket dengan mata berbinar-binar? Eoh?” Taecyeon sedikit melirik kearah Leeteuk.
“Lupakan. Kemarin, terimakasih sudah menyaksikannya” Leeteuk melempar bola basketnya ke sembarang arah dan mulai beranjak pergi dari ruangan itu.
“Menyaksikan apa?” Baru 2 langkah Leeteuk berjalan, Taecyeon sudah memberikan pertanyaan dan memasang wajah bodohnya seketika.
“Pertandingan basket” Leeteuk membalikan badan dan kembali duduk disebelah Taecyeon.
“ah ne, cheonma. Kenapa tidak jadi pergi?” gadis itu kembali menatap lurus kedepan.
“boleh aku mengatakan sesuatu?” Leeteuk menatap wajah Taecyeon dengan tatapan dingin seperti biasa.
“em, katakan saja” Taecyeon mulai mengalihkan pandangan kearah Leeteuk.
“aku-- sudahlah lupakan”
“Yak! Kau ini!”
“wae?”
“lupakan” sepertinya Taecyeon sedang melakukan balas dendam.
“Yak!”
            
Taecyeon menahan tawa melihat wajah kesal Leeteuk, sedangkan Leeteuk hanya menatap jengkel Taecyeon. Tapi salah satu sudut bibir Leeteuk sedikit tertarik membuat sebuah senyuman ketika Taecyeon melepas tawanya. Gadis itu berhenti tertawa saat menyadari pria yang disebelahnya tersenyum.
            
“Kau? Bisa tersenyum?” Taecyeon sedikit tercengang melihatnya.
“Hei aku juga manusia” Leeteuk kembali memasang wajah jengkelnya.
“Aku bahkan tidak tahu jika kau manusia” ujar Taecyeon polos.
“Lalu kau pikir selama ini aku apa? Malaikat?” Leeteuk kembali tersenyum samar.
“Aku pikir kau gunung es” nada bicaranya masih sepolos sebelumnya.
“Berhenti memanggilku seperti itu atau kau akan menerima hukumannya nanti” Leeteuk mengacak-ngacak rambut Taecyeon.
“Hukuman? Apa yang akan kau lakukan namja gunung es?” Taecyeon menatap Leeteuk dengan tatapan sinisnya.
“aku akan melakukan ini” Secepat kilat Leeteuk mengecup pipi Taecyeon dan seketika itu juga pipi gadis itu merona merah.
“Yak! Apa yang kau-” Taecyeon memegangi pipinya yang warnanya sudah seperti kepiting rebus itu.
“Aku sudah peringatkan kau kan” Leeteuk kembali mengacak-ngacak rambut Taecyeon dan tersenyum hangat pada gadis itu membuat gadis itu kembali tercengang.
“Aku, aku harus menemui Sehyun sekarang. Sampai jumpa” Taecyeon sedikit membukuk kemudian lari keluar dari tempat itu cepat-cepat sebelum dia kehabisan nafas karena perlakuan Leeteuk.
“Tadi aku mau mengatakan jika aku cemburu” ujar Leeteuk lirih ketika Taecyeon sudah tidak terlihat lagi.
           
****
“Dia tumbuh menjadi yeoja seperti apa?” dia mulai memperhatikan sebuah foto, foto ketika dia masih kecil dan masih bersama dengan gadis itu.
“Sulit ditebak. Terkadang detik ini kau akan melihat senyumnya masih mengembang tapi sedetik kemudian dia akan berubah menjadi es lagi” Gadis dengan rambut berponi rata itu menghela nafas panjang mengingat sahabatnya sudah berubah.
“Dia tidak mengingatku” kekecewaan terlihat jelas pada wajah pria itu.
“Aku yakin kau masih ada dihatinya, ya walaupun sedikit, hanya saja dia tidak tahu seperti apa wajah pangerannya saat ini”
“Kau benar, dulu kami masih sangat kecil”
“Jadi, masih ingin menyerah?”
“Tentu tidak. Sampai kapanpun dia milikku”
“Jangan sakit hati ya, tapi-”
“Dia mencitai namja lain?”
“Ne”
“Alasan seperti itu tidak mungkin membuat seorang Cho Kyuhyun menyerah” pria itu menarik sudut bibirnya membuat senyum yang mengancam.
“Dasar” Seohyun tertawa meremehkan ketika mendengar kata-kata Kyuhyun.
“Taecyeon, hanya milikku”
“SEOHYUN-AH!!” Entah dari mana Taecyeon muncul, dia berlari menghampiri Seohyun dengan senyum mengembang diwajahnya.
“Ada apa? Sepertinya kau senang sekali” Seohyun menaikan sebelah alisnya.
“Aku permisi dulu” Kyuhyun membungkuk dan mulai beranjak pergi.
“Kau mau kemana?” Tanya Taecyeon.
“Aku lapar, aku ingin makan” Kyuhyun membalikan badan dan tersenyum hangat.
“Em, baiklah sampai jumpa” Taecyeon melambaikan tangannya pada Kyuhyun dan pria itu hanya membalasnya dengan senyum.
“Kau ini kenapa?” Seohyun menepuk bahu Taecyeon ketika pipi gadis itu kembali memerah.
“Tadi, Leeteuk-” Taecyeon menggantungkan kata-katanya dan tercengang sesaat, dia masih tidak cukup percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
“Kau ini kenapa Taecyeon -ah?” Seohyun menaruh punggung telapak tangannya di dahi Taecyeon, memastikan sahabatnya itu baik-baik saja.
“Tadi, Leeteuk mencium pipiku”
“Mwoya?!” Mata Seohyun membulat tidak percaya.
“Aku sendiri tidak menyangka, dan dia tadi tersenyum hangat padaku. Apa ini mimpi?” Taecyeon menepuk-nepuk pipinya memastikan bahwa semua yang baru saja terjadi itu bukanlah mimpi.
“Leeteuk” Kyuhyun yang masih berdiri di balik dinding ruang kelasnya mengepalkan tangan ketika mendengar semua yang dikatakan Taecyeon. Nafasnya sedikit tercekat, mungkin seluruh organ tubuhnya sudah terbakar oleh api cemburunya itu. Dia hanya milikku dan selamanya akan menjadi milikku’.Setidaknya itulah yang ada dipikiran pria itu saat ini.

****

“Seohyun-ah” Leeteuk menghampiri Seohyun yang sedang menikmati makan siangnya.
“Ada apa?” Seohyun melirik Leeteuk sebentar dan melanjutkan aktivitasnya.
“Apa Taecyeon punya suatu hubungan dengan Kyuhyun?” Tanpa basa-basi Leeteuk menanyakan sesuatu yang mengganjal pikirannya sejak kejadian itu –saat Kyuhyun memeluk Taecyeon dikelas.
“uhuk uhuk, m-mwo?” Seohyun terkejut dengan pertanyaan Leeteuk. Kenapa Leeteuk menanyakan hal itu dan untuk apa, apa pedulinya?
“Beberapa hari lalu aku melihat Kyuhyun memeluk Taecyeon di kelas, apa mereka berpacaran?” Sekali lagi perkataan Leeteuk membuat Seohyun tersedak, dia langsung memberikan segelas air putih pada Seohyun.
“Kyuhyun dan Taecyeon berpelukan? Aku bahkan tidak tahu tentang hal itu” Seohyun sedikit membulatkan matanya dan membuka mulutnya tidak percaya.
“Jadi kau tidak tahu itu? Mereka bukan sepasang kekasih kan?”
“E, itu- sebenarnya- itu-”
“Apa? Katakanlah yang jelas” Leeteuk benar-benar penasaran tentang hal ini. Dia sendiri tidak mengerti kenapa dia betapa ingin tahu tentang masalah ini. Padahal dia tidak akan ada hubungannya juga dengan mereka.
“Dulu, mereka berdua dan aku bersahabat. Kami sangat dekat, dan aku tahu diantara mereka berdua tumbuh suatu perasaan yang mungkin sering disebut dengan ‘cinta’. Tapi dulu kami masih terlalu muda untuk mengetahui apa itu cinta sehingga mereka hanya menjalin hubungan sebagai sahabat. Dan pada saat kami berumur 13 tahun Kyuhyun pindah ke Amerika karena orang tuanya memiliki urusan bisnis disana, dia bilang akan kembali 5 tahun lagi saat kami berumur 18 tahun. Saat itu, dibandara, Kyuhyun mengecup kening Taecyeon dan mengatakan ‘Aku mencintaimu, aku harap saat aku kembali hatimu masih menjadi milikku’. Memang Kyuhyun mengetahui tentang perasaan Taecyeon padanya, dan sampai saat kami berumur 17 tahun Taecyeon masih sangat-sangat mencintai Kyuhyun. Tapi saat umur kami beranjak 18 tahun dia menaruh hatinya pada orang lain dan Kyuhyun kembali. Tapi sampai saat ini Taecyeon sebenarnya tidak tahu jika Kyuhyun adalah cinta pertamanya” Leeteuk sedikit tercengang mendengar perkataan Seohyun, tapi satu hal yang membuat dia heran. Taecyeon tidak mengetahui siapa itu Kyuhyun, lalu apa yang terjadi waktu itu.
“Jadi? Kyuhyun telat kembali? Kenapa Taecyeon bisa tidak mengenali Kyuhyun?” Leeteuk mengerutkan keningnya.
“Tidak. Kyuhyun tepat waktu hanya saja hati Taecyeon terlalu cepat berpaling. Sifat Kyuhyun sedikit berubah, dulu Kyuhyun adalah pria yang dingin dan tidak peduli dengan sekitar tapi sekarang Kyuhyun sangat ceria dan sejak masuk kesekolah ini dia terus memperhatikan sekeliling. Wajahnya juga tentu saja tidak sama dengan dulu, sedikit berubah jadi Taecyeon pikir mereka dua orang yang berbeda dengan nama yang sama”
“Siapa? Namja yang disukai Taecyeon saat ini?”
“Kau tahu. Aku yakin kau tahu dan kau juga merasakannya”
“Apa maksudmu?”
“Kau artikan sendiri kata-kataku itu. Dan soal pelukan itu, mungkin tanda pertemanan” Seohyun kembali mengambil sumpit makannya dan mulai mengunyah lagi.
“Jadi? Mereka bukan dua orang yang berbeda. Tapi mereka adalah orang yang sama?” Tiba-tiba saja Taecyeon muncul dari arah belakang Leeteuk bersamaan dengan Kyuhyun yang datang dari arah belakang Seohyun. Seohyun kembali tersedak, Leeteuk hanya menatap segelas air putih dengan pandangan kosong dan Kyuhyun menatap Taecyeon dengan tatapan miliknya dulu, tatapan dingin yang terasa hangat bagi Taecyeon.

****

“Maafkan aku” Kyuhyun menundukan kepalanya merasa bersalah atas semua yang terjadi.
“Kenapa menyamar seperti ini? Kenapa tidak mengatakannya?” Taecyeon menatap kosong kedepan menahan air matanya agar tidak jatuh. Seseorang yang selama ini sangat ia rindukan berada disisinya saat ini.
 “Aku tahu aku bodoh, kumohon maafkan aku”
“Tidak, aku yang seharusnya minta maaf” Taecyeon menghela nafas.
“Untuk apa?” Kyuhyun menaikan sebelah alisnya dan menatap Taecyeon.
“Maaf, aku tidak bisa menjaga hatiku. Hatiku sudah dicuri”
“Ah itu, tak apa. Leeteuk kan?” Kecewa memang, tapi entah kenapa dia tidak ingin mengatakannya.
“Ne?” Taecyeon menatap Kyuhyun tidak percaya.
“Aku Mencintaimu” Kyuhyun mengecup kening Taecyeon cukup lama kemudian beranjak pergi meninggalkan Taecyeon yang menitihkan air mata ketika ia berbalik arah membelakanginya.
“Maaf, maafkan aku.” Taecyeon mulai terisak dan terjatuh duduk di dalam lapangan basket itu.
            
Seseorang memasuki ruangan itu dan menghampiri Taecyeon. Ia mengulurkan sapu tangan pada Taecyeon tapi gadis itu tidak meresponnya sama sekali dan masih terisak dalam tangisnya. Orang itu berlutut dihadapan Taecyeon dan mendekap tubuh Taecyeon. Dia membelai rambut Taecyeon bermaksud mencoba menenangkannya tanpa mengeluarkan 1 katapun dari mulutnya.
“Jangan pergi” Taecyeon menahan tangan orang itu ketika dia ingin melepaskan pelukannya.
“Tetaplah seperti ini, aku mohon. Aku butuh kau saat ini Park Jung Soo” Mendengar perkataan Taecyeon orang itu kembali mendekap Taecyeon hangat. Tepat, dia Leeteuk. Air mata Leeteuk mengalir dan menetes di kepala Taecyeon. Taecyeon mendongakkan kepalanya dan menatap Leeteuk dengan tatapan seolah-olah dia sedang menanyakan sesuatu dengan matanya.

“Seseorang pernah mengatakan ini padaku ‘Jika kau menyukainya tanyakan apa yang terjadi padanya jika ia sedang sedih. Jika kau menyayanginya hiburlah dia tanpa menanyakan apapun saat dia sedih. Jika kau mencintainya hampiri dia dan menangislah bersamanya dan rasakan semua lukanya’ Kau sudah tahu kan jawabannya?” Leeteuk menyeka air mata Taecyeon yang masih bernaung dipipinya.
“Apa, maksudmu?” Taecyeon menatap Leeteuk tidak percaya.
“Jangan pura-pura bodoh. Kau tahu maksudku”
“Ne?”
“Aku mencintaimu”

****

            Selama tiga hari ini Taecyeon tidak pernah berada di lapangan basket indoor lagi, dan saat bertemu Leeteuk dia selalu menghindar. Ini semua membuat Leeteuk jengkel sampai akhirnya Leeteuk memutuskan untuk merencanakan sesuatu dengan Seohyun dan Kyuhyun. Kyuhyun menyerahkan Taecyeon padanya karena dia yakin Leeteuk bisa menjaganya lebih dari dia. Seohyun dan Kyuhyun mengetahui kejadian 3 hari lalu dilapangan basket itu ketika Leeteuk mengungkapkan semuanya.
            
“Kau yakin? Dia tidak suka hal-hal seperti ini” Kyuhyun menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
“Dia tidak suka jika kau yang melakukan, jika aku yang melakukan dia pasti suka” Kata-kata Leeteuk terdengar seperti ejekan ditelinga Kyuhyun dan membuat Kyuhyun ingin meninju Leeteuk saat itu juga tapi tiba-tiba saja Seohyun muncul ditengah-tengah mereka dan menjitak mereka berdua bersamaan.
“Agrh, Yak!” Teriak Leeteuk dan Kyuhyun bersamaan.
“Ayo cepat persiapkan semuanya, aku yang akan mengurus Taecyeon dan membawanya ke tempat ini”
“Kau dari mana saja? Semuanya sudah siap, kau hanya tinggal membawa Taecyeon kesini. Sana-sana cepat” Kyuhyun langsung membalas jitakan Seohyun tadi, Seohyun yang menyadari kesalahannya tadi hanya menunjukkan senyum kikuknya.
             
Dengan langkah seribu Seohyun berlari kekelas dan menghampiri Taecyeon yang sedang membaca buku kesayangannya itu. Sudah lama Taecyeon tidak memegang buku itu, tapi sejak kejadian 3 hari lalu buku itu kembali menjadi sahabatnya. Bahkan posisi Seohyun tergantikan oleh buku itu.
            
“Taecyeon -ah! Gawat! L-Lee-Leeteuk! Dia-” Seohyun memasang wajah paniknya yang biasanya akan membuat Taecyeon khawatir.
“Tidak peduli” Belum selesai Seohyun bicara Taecyeon sudah meresponnya dengan 2 kata membuat Seohyun tercengang sesaat sampai akhirnya dia ingat semua rencananya.
“Leeteuk dihajar para senior di lapangan sekolah. Sebentar lagi aku yakin senior-senior itu akan membawa Leeteuk ke atap. Ayolah Kim Taecyeon, ini benar-benar darurat” Taecyeon sedikit tercengang kemudian beranjak dari tempat duduknya berlari kearah lapangan sedangkan Seohyun masih bertahan dikelas dan mengirimkan sms memberikan aba-aba kepada Kyuhyun.
            
Saat sampai dilapangan Taecyeon tidak melihat ada siapa-siapa disana, saat dia bergegas ingin pergi keatap tiba-tiba saja Leeteuk muncul diatas gedung dengan wajah lebam, Kyuhyun dan Seohyun berlarian kearah Taecyeon dan menatap khawatir Leeteuk yang sedang menatap mereka bertiga.
           
 “Kim Taecyeon! Hentikan semuanya! Kau gila!” Teriak Leeteuk dari atas sana membuat murid-murid merkumpul dilapangan dan mereka juga mulai berbisik membicarakan apa yang dibicarakan Leeteuk. Taecyeon hanya tercengang mendengarnya.
“Berhenti mencuri!” Tiba-tiba saja Leeteuk menjentikan jarinya beberapa tulisan be mine?’ mulai bermunculan, dari mulai tulisan di spanduk, lampu-lampu, balon, dan sebagainya yang mampu membuat Taecyeon tercengang.
“Kim Taecyeon, kau pencuri. Kau mencuri hatiku. Kim Taecyeon aku mencintaimu. Jadilah milikku. Kuharap kau memberikan jawaban, karena jika tidak aku akan melompat dari atas sini” Tidak ada jawaban, hening, Taecyeon tidak tahu harus berkata apa dan akhirnya Leeteuk melompat dari atas gedung membuat semuanya berteriak histeris. Sang idola bunuh diri. Tidak mungkin.
“Andwae! Leeteuk! Aku juga mencintaimu!” Taecyeon mulai menitihkan air mata dan terjatuh, dia menangis sejadi-jadinya menyesali semuanya seharusnya dia memberi jawaban tadi. Tapi tanpa disangka Leeteuk sudah berada di hadapannya dan mendekapnya seperti saat di lapangan basket. Taecyeon terkejut dan memeluk Leeteuk dengan sangat erat.
“Jangan tinggalkan aku, aku mencintaimu” Ia terisak dalam dekapan Leeteuk.
“Jadi, sekarang kau milikku?” Leeteuk tersenyum dan melepas pelukan mereka menatap wajah Taecyeon menunggu jawaban.
“Ne” Taecyeon menggangguk dan tersenyum membuat semua yang berada disana memberikan tepuk tangan dan teriakan-teriakan. Seohyun dan Kyuhyun tersenyum puas mengetahui rencana mereka berhasil.
“SARANGHAE, THIEF OF MY HEART” Keduanya mengucapkan kata itu secara bersamaan kemudian Leeteuk memeluk Taecyeon dan membuat gadis itu tersenyum dalam pelukannya.

©THE END©

SELAMAT MEMBACA....J.

0 komentar:

Posting Komentar