THIEF OF MY HEART
CAST : ¯ Park Jung Soo (Leeteuk)
¯ Kim Taecyeon (Taecyeon)
¯ Cho Kyuhyun
¯
Seo Joo Hyun
Author : Ditha Aprillia Dahlan.
Title : Thief Of My Heart.
Hari ini kelas terlihat lebih ramai dari biasanya. Beberapa dari mereka
mulai membicarakan kedatangan siswa baru yang dikabarkan akan masuk ke kelas
mereka. Beberapa gadis dikelas itupun mulai berdandan secantik mungkin, karena
kabarnya siswa baru itu sangatlah tampan maka mereka berlomba-lomba tampil
cantik untuk mendapatkan perhatian dari siswa baru itu nantinya.
“Lihat mereka! Apa mereka
gila? Berdandan seperti itu hanya untuk menyambut kedatangan siswa baru”
Seorang gadis yang duduk di bangku nomor 2 dari belakang itu tiba tiba saja
menyeletuk melihat tingkah teman temannya.
“Taecyeon, apa kau tidak
tertarik sedikitpun tentang hal ini?” Tanya Seohyun teman sekelasnya yang duduk
tepat didepan gadis itu.
“Belum tentu juga siswa baru
itu benar benar tampan” Seohyun hanya menggelengkan kepala mendengar kata-kata
temannya itu.
Derap langkah seseorang mulai terdengar mendekati kelas. Seketika kelas
hening, seluruh murid mulai diam dan duduk di bangku mereka masing-masing.
Tidak lama seorang berkacamata memasuki kelas bersama pria yang benar-benar
sangat tampan. Hampir semua yang berada dikelas tercengang melihatnya. Kecuali
Taecyeon, ia hanya mengerutkan keningnya saat melihat sosok pria tampan itu.
“Silahkan perkenalkan dirimu”
ucap Taejun seonsaengnim pada pria tampan itu.
“Annyeonghaseo Cho Kyuhyun
imnida.” pria itu sedikit membungkuk memberi hormat.
“Baiklah silahkan cari bangku
yang kosong” Taejun seonsaengnim langsung duduk di tempatnya.
Satu-satunya bangku yang kosong dikelas itu hanyalah bangku yang berada
tepat dibelakang tempat duduk Taecyeon. Kyuhyun mulai melangkah menuju tenpat
duduknya itu. Semua siswi dikelas itu tidak mengalihkan pandangannya sekalipun
dari Kyuhyun, mereka seakan sedang melihat pangeran sedang berjalan didekat
mereka. ‘Sempurna’ itu
yang ada dipikiran mereka saat melihat Kyuhyun.
Taejun seonsaengnim mulai menerangkan tentang pelajaran dan sesekali
menyuruh murid-murid mengerjakan beberapa soal. Kyuhyun sedari tadi hanya
memperhatikan sekeliling kelas, mungkin dia sedang mencoba mengingat-ngingat
wajah teman-teman sekelasnya. Pandangannya beralih pada gadis yang duduk di
depannya, kemudian dia tersenyum samar mengingat sesuatu yang menarik mungkin
menurutnya.
Bel istirahat berbunyi. Hampir seluruh murid berhamburan keluar
kelas. Tapi tidak dengan Taecyeon dan Kyuhyun. Taecyeon lebih memilih membaca
buku kesukannya. Dan Kyuhyun, dia hanya memasang earphone tanpa mendengarkan
lagu apapun. Diam-diam dia memperhatikan Taecyeon yang berada didepannya.
Kyuhyun berpikir hanya Tecyeon yang tidak tertarik dengan keberadaannya.
“TAECYEON-AH!” Seohyun
tiba-tiba datang dan berlari menghampiri Taecyeon dengan wajah yang sangat
serius.
“Ada apa?” Taecyeon
mengerutkan keningnya melihat tatapan Seohyun.
“Leeteuk bertanding melawan
para senior lagi”
“MWOYA?”
Kyuhyun mengerutkan keningnya melihat sikap Taecyeon dan Seohyun.
Memangnya kenapa jika seorang yang bernama Leeteuk itu bertanding melawan senior?
Memangnya siapa itu Leeteuk? Setidaknya itulah yang ada dipikiran Kyuhyun saat
ini. Seohyun menarik Taecyeon keluar kelas dan menuju lapangan basket.
Rasa penasaran Kuuhyun semakin besar hingga akhirnya dia memutuskan untuk
mengikuti Taecyeon dan Seohyun.
Leeteuk. Dia adalah seseorang yang selama ini diam-diam dikagumi oleh
Taecyeon, hanya Seohyun yang mengetahui hal ini. Leeteuk memiliki kepribadian yang
sangat dingin sehingga Taecyeon sering menyebutnya ‘namja gunung es’. Leeteuk
juga adalah seseorang yang cukup popular disekolahnya, tidak sedikit
gadis-gadis yang mengaguminya.
Ketika mereka memasuki lapangan basket indoor teriakan penyemangat
mulai terdengar dari para siswa siswi yang menyaksikan pertandingan basket itu.
Taecyeon dan Seohyun memasang muka cemas melihat pertandingan ini. Mereka tidak
bisa membayangkan apa yang terjadi pada Leeteuk jika dia kalah. Kyuhyun sedari
tadi hanya sibuk berusaha mencari wajah seseorang bernama Leeteuk itu.
“LEETEUK! SEMANGAT! KAU PASTI
BISA MEMENANGKAN PERTANDINGAN INI!” kebanyakan dari mereka memberikan semangat
lebih pada Leeteuk.
Dengan
semangat Leeteuk dan teman-temannya mulai saling mengoper bola basket dan
mencoba memasukannya ke dalam ring. Pemain mulai berjatuhan, semua pemain sudah
mulai lelah. Tapi seakan teringat akan kemenangan, mereka semua kembali menjadi
semangat. Terlihat Leeteuk yang mulai mengambil ancang-ancang untuk memasukan
bola ke dalam ring.
“KAU HEBAT LEETEUK!!!!”
Teriakan para penggemar kembali terdengar saat Leeteuk berhasil mencetak point.
Pertandingan selesai, semua teman 1 tim Leeteuk mulai
menghampirinya, Donghae menepuk bahu Leeteuk pelan dan tersenyum puas seakan
mengatakan ‘Terimakasih
sudah memenangkan pertandingan ini’ dan Leeteuk hanya membalasnya
dengan senyuman tipis.
Di bangku penonton terlihat Taecyeon yang tersenyum sangat puas saat
melihat kemenangan ini. Taecyeon tahu benar apa yang akan dilakukan senior
mereka pada Leeteuk jika dia kalah, Leeteuk benar-benar akan celaka. Seohyun
tak henti-hentinya memberikan tepuk tangan, sedangkan Kyuhyun hanya menatap
Leeteuk dengan tatapan penuh tanya.
“Kau hebat Leeteuk” ucap
Eunhyuk tersenyum lebar kearah Leeteuk.
“Ah gomawo hyung” Leeteuk
kembali tersenyum tipis.
“Harusnya kami yang
berterimakasih karena kau telah memenangkan pertandingan ini” Siwon menepuk
pelan bahu Leeteuk.
Myungsoo mengalihkan pandangannya kearah bangku penonton. Tatapannya
terhenti pada seorang gadis yang sedang tersenyum sangat manis. Myungsoo tidak
menyangka gadis itu menyaksikan pertandingannya. ‘Terimakasih sudah menyaksikan pertandingan ini’ Ia mulai melangkah pergi meninggalkan lapangan
bersama teman-temannya yang lain.
****
Sepertinya
Taecyeon datang terlalu pagi kali ini, belum ada satu orangpun yang datang di
sekolahnya. Taecyeon memutuskan untuk menyibukkan diri dengan membaca buku
kesayangannya yang sebenarnya sudah bepuluh-puluh kali ia baca. Tidak lama
Kyuhyun datang dan dengan santai berjalan kearah tempat duduknya sendiri,
Taecyeon hanya melirik sebentar kemudian mengalihkan pandangannya kembali
pada bukunya. Hening, keadaan dikelas sangatlah hening tidak ada satupun dari
mereka berdua yang mengeluarkan suara hingga akhirnya Kyuhyun memberanikan diri
untuk menyapa Taecyeon.
“Taecyeon-ah” Taecyeon menoleh
kearah Kyuhyun yang tiba-tiba saja sudah duduk disampingnya.
“Ada apa?”
“Bisakah aku mengenalmu lebih
dekat?”
“Ne?” Taecyeon menaikan
sebelah alisnya dan menatap Kyuhyun dengan tatapan bertanya-tanya.
“Aku hanya ingin kita
berteman, aku belum memiliki satu orang temanpun disekolah ini. Apa kau mau menjadi
teman pertamaku?” Kyuhyun menatap Taecyeon lembut. Taecyeon tersenyum
mendengarnya.
“Tentu! Mari berteman”
Taecyeon tersenyum lebar kearah Minhyuk membuat pria itu sedikit tercengang,
dia pikir gadis itu tidak bisa tersenyum karena sejak kemarin dia tidak melihat
Taecyeon tersenyum satu kalipun.
“Ah gomawo!” Kyuhyun sontak
memeluk Taecyeon dari samping, membuat Taecyeon sedikit terkejut namun Taecyeon
membalas pelukan itu dan tersenyum.
Tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan mereka berdua dari depan
pintu kelas. Tidak menyangka hatinya hancur hanya karena melihat adegan
itu. ‘Ada apa denganku, sepertinya
aku benar-benar sudah gila’. Dia
pergi menjauh dari kelas itu dengan langkah dan wajah yang sangat kecewa.
“Ah, kau itu orang yang
seperti apa?” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan mulai mencari pokok pembicaraan
lain.
“emm entahlah, kau harus
mencari tahunya sendiri” Taecyeon tersenyum samar.
“aish kau ini, baiklah jika
itu maumu aku akan mencari tahu itu secepatnya”
“bukankah dengan cara dekat
denganku saja itu sudah membuatmu tahu semua sifatku?” Taecyeon mengerutkan
keningnya sesaat.
“aku ingin tahu lebih dari
yang kau pikirkan” Kyuhyun tertawa pelan dan mengacak-ngacak rambut Taecyeon.
“Yak! Ah rambutku” Taecyeon
memajukan bibirnya dan menggembungkan pipinya ketika menyadari rambutnya
sedikit berantakan.
“Ah liat” Kyuhyun membulatkan matanya
dan menunjuk wajah Taecyeon membuat gadis itu terkejut.
“Ada apa?” Taecyeon memasang
wajah terkejut sambil berusaha mencari tahu apa yang ada diwajahnya dengan cara
meraba wajahnya sendiri.
“Wajahmu lucu sekali tadi”
Minhyuk tertawa cukup keras sehingga membuat gadis itu jengkel dan menjitaknya
dengan cukup keras.
“MWO! Aish kau ini” Kyuhyun
meringis kesakitan sambil mengusap-ngusap kepalanya yang baru saja diberi
hadiah jitakan dari Taecyeon.
“rasakan, itu balasan untukmu
karena sudah mengerjaiku” Taecyeon sedikit menjulurkan lidahnya kearah Kyuhyun.
“Kim Taecyeon!” Seohyun tiba-tiba
muncul dan berlari kearah Taecyeon seperti biasa, tapi langkahnya terhenti ketika
melihat keakraban Kyuhyun dan sahabatnya itu.
“Waeyo?” Taecyeon menaikan
sebelah alisnya ketika melihat wajah bingung Seohyun.
“seharusnya aku yang bertanya
ada apa, bukan?”
Seohyun semakin bingung ketika melihat Kyuhyun merangkul bahu Taecyeon.
Taecyeon dan Kyuhyun saling menatap kemudian melirik Seohyun secara bersamaan
dan tertawa sekeras mungkin membuat Seohyun diam mematung dengan wajah yang
masih bertanya-tanya.
****
Taecyeon berjalan kearah bangku penonton di
lapangan basket indoor, entah ia sadar atau tidak disana ada
Leeteuk yang sedang bermain basket. Leeteuk yang sadar akan kehadiran Taecyeon
mulai menghentikan aktivitasnya itu. Dia menatap dingin Taecyeon seolah tidak
menginginkan kehadiran gadis itu saat ini.
“Wae?”
“Gwaenchana, aku hanya ingin berdiam diri di
ruangan ini. Anggap saja aku tidak ada” Leeteuk menaikan sebelah alisnya, dia
merasa ini bukan Taecyeon, tidak biasanya gadis itu bersikap dingin padanya.
Taecyeon kemudian duduk dibangku penonton. Leeteuk melanjutkan
aktivitasnya sambil sesekali melirik Taecyeon yang hanya menatap lurus kedepan.
Beberapa saat Leeteuk benar-benar tidak peduli pada keberadaan gadis itu, tapi
pada akhirnya Leeteuk menghampirinya dan duduk disebelah gadis itu.
“Apa yang terjadi?” Leeteuk
duduk disamping Taecyeon, dia benar-benar berbeda dari biasanya.
“Tidak ada”
“Kau tidak pandai berbohong”
“Benar-benar tidak ada”
“Katakanlah”
“Sudah kukatakan tidak ada!” Taecyeon
memberikan sedikit penekanan disetiap kata-katanya membuat Leeteuk bungkam
sesaat.
“Jangan bersikap aneh jika
tidak terjadi apa-apa” Leeteuk mulai beranjak dari tempat duduknya.
“Lalu apa yang harus
kulakukan? Melihatmu bermain basket dengan mata berbinar-binar? Eoh?” Taecyeon
sedikit melirik kearah Leeteuk.
“Lupakan. Kemarin, terimakasih
sudah menyaksikannya” Leeteuk melempar bola basketnya ke sembarang arah dan
mulai beranjak pergi dari ruangan itu.
“Menyaksikan apa?” Baru 2
langkah Leeteuk berjalan, Taecyeon sudah memberikan pertanyaan dan memasang
wajah bodohnya seketika.
“Pertandingan basket” Leeteuk
membalikan badan dan kembali duduk disebelah Taecyeon.
“ah ne, cheonma. Kenapa tidak
jadi pergi?” gadis itu kembali menatap lurus kedepan.
“boleh aku mengatakan
sesuatu?” Leeteuk menatap wajah Taecyeon dengan tatapan dingin seperti biasa.
“em, katakan saja” Taecyeon mulai
mengalihkan pandangan kearah Leeteuk.
“aku-- sudahlah lupakan”
“Yak! Kau ini!”
“wae?”
“lupakan” sepertinya Taecyeon
sedang melakukan balas dendam.
“Yak!”
Taecyeon menahan tawa melihat wajah kesal Leeteuk, sedangkan Leeteuk
hanya menatap jengkel Taecyeon. Tapi salah satu sudut bibir Leeteuk sedikit
tertarik membuat sebuah senyuman ketika Taecyeon melepas tawanya. Gadis itu
berhenti tertawa saat menyadari pria yang disebelahnya tersenyum.
“Kau? Bisa tersenyum?” Taecyeon
sedikit tercengang melihatnya.
“Hei aku juga manusia” Leeteuk
kembali memasang wajah jengkelnya.
“Aku bahkan tidak tahu jika
kau manusia” ujar Taecyeon polos.
“Lalu kau pikir selama ini aku
apa? Malaikat?” Leeteuk kembali tersenyum samar.
“Aku pikir kau gunung es” nada
bicaranya masih sepolos sebelumnya.
“Berhenti memanggilku seperti
itu atau kau akan menerima hukumannya nanti” Leeteuk mengacak-ngacak rambut Taecyeon.
“Hukuman? Apa yang akan kau
lakukan namja gunung es?” Taecyeon menatap Leeteuk dengan tatapan sinisnya.
“aku akan melakukan ini”
Secepat kilat Leeteuk mengecup pipi Taecyeon dan seketika itu juga pipi gadis
itu merona merah.
“Yak! Apa yang kau-” Taecyeon memegangi
pipinya yang warnanya sudah seperti kepiting rebus itu.
“Aku sudah peringatkan kau
kan” Leeteuk kembali mengacak-ngacak rambut Taecyeon dan tersenyum hangat pada
gadis itu membuat gadis itu kembali tercengang.
“Aku, aku harus menemui Sehyun
sekarang. Sampai jumpa” Taecyeon sedikit membukuk kemudian lari keluar dari
tempat itu cepat-cepat sebelum dia kehabisan nafas karena perlakuan Leeteuk.
“Tadi aku mau mengatakan jika
aku cemburu” ujar Leeteuk lirih ketika Taecyeon sudah tidak terlihat lagi.
****
“Dia tumbuh menjadi yeoja
seperti apa?” dia mulai memperhatikan sebuah foto, foto ketika dia masih kecil
dan masih bersama dengan gadis itu.
“Sulit ditebak. Terkadang
detik ini kau akan melihat senyumnya masih mengembang tapi sedetik kemudian dia
akan berubah menjadi es lagi” Gadis dengan rambut berponi rata itu menghela
nafas panjang mengingat sahabatnya sudah berubah.
“Dia tidak mengingatku” kekecewaan
terlihat jelas pada wajah pria itu.
“Aku yakin kau masih ada
dihatinya, ya walaupun sedikit, hanya saja dia tidak tahu seperti apa wajah
pangerannya saat ini”
“Kau benar, dulu kami masih
sangat kecil”
“Jadi, masih ingin menyerah?”
“Tentu tidak. Sampai kapanpun
dia milikku”
“Jangan sakit hati ya, tapi-”
“Dia mencitai namja lain?”
“Ne”
“Alasan seperti itu tidak
mungkin membuat seorang Cho Kyuhyun menyerah” pria itu menarik sudut bibirnya
membuat senyum yang mengancam.
“Dasar” Seohyun tertawa
meremehkan ketika mendengar kata-kata Kyuhyun.
“Taecyeon, hanya milikku”
“SEOHYUN-AH!!” Entah dari mana
Taecyeon muncul, dia berlari menghampiri Seohyun dengan senyum mengembang
diwajahnya.
“Ada apa? Sepertinya kau
senang sekali” Seohyun menaikan sebelah alisnya.
“Aku permisi dulu” Kyuhyun
membungkuk dan mulai beranjak pergi.
“Kau mau kemana?” Tanya Taecyeon.
“Aku lapar, aku ingin makan” Kyuhyun
membalikan badan dan tersenyum hangat.
“Em, baiklah sampai jumpa” Taecyeon
melambaikan tangannya pada Kyuhyun dan pria itu hanya membalasnya dengan
senyum.
“Kau ini kenapa?” Seohyun
menepuk bahu Taecyeon ketika pipi gadis itu kembali memerah.
“Tadi, Leeteuk-” Taecyeon
menggantungkan kata-katanya dan tercengang sesaat, dia masih tidak cukup
percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
“Kau ini kenapa Taecyeon -ah?”
Seohyun menaruh punggung telapak tangannya di dahi Taecyeon, memastikan
sahabatnya itu baik-baik saja.
“Tadi, Leeteuk mencium pipiku”
“Mwoya?!” Mata Seohyun
membulat tidak percaya.
“Aku sendiri tidak menyangka,
dan dia tadi tersenyum hangat padaku. Apa ini mimpi?” Taecyeon menepuk-nepuk
pipinya memastikan bahwa semua yang baru saja terjadi itu bukanlah mimpi.
“Leeteuk” Kyuhyun yang masih
berdiri di balik dinding ruang kelasnya mengepalkan tangan ketika mendengar
semua yang dikatakan Taecyeon. Nafasnya sedikit tercekat, mungkin seluruh organ
tubuhnya sudah terbakar oleh api cemburunya itu. ‘Dia hanya milikku dan selamanya akan menjadi milikku’.Setidaknya itulah yang ada dipikiran pria itu saat
ini.
****
“Seohyun-ah” Leeteuk
menghampiri Seohyun yang sedang menikmati makan siangnya.
“Ada apa?” Seohyun melirik
Leeteuk sebentar dan melanjutkan aktivitasnya.
“Apa Taecyeon punya suatu
hubungan dengan Kyuhyun?” Tanpa basa-basi Leeteuk menanyakan sesuatu yang
mengganjal pikirannya sejak kejadian itu –saat Kyuhyun memeluk Taecyeon dikelas.
“uhuk uhuk, m-mwo?” Seohyun
terkejut dengan pertanyaan Leeteuk. Kenapa Leeteuk menanyakan hal itu dan untuk
apa, apa pedulinya?
“Beberapa hari lalu aku
melihat Kyuhyun memeluk Taecyeon di kelas, apa mereka berpacaran?” Sekali lagi
perkataan Leeteuk membuat Seohyun tersedak, dia langsung memberikan segelas air
putih pada Seohyun.
“Kyuhyun dan Taecyeon
berpelukan? Aku bahkan tidak tahu tentang hal itu” Seohyun sedikit membulatkan
matanya dan membuka mulutnya tidak percaya.
“Jadi kau tidak tahu itu?
Mereka bukan sepasang kekasih kan?”
“E, itu- sebenarnya- itu-”
“Apa? Katakanlah yang jelas” Leeteuk
benar-benar penasaran tentang hal ini. Dia sendiri tidak mengerti kenapa dia
betapa ingin tahu tentang masalah ini. Padahal dia tidak akan ada hubungannya
juga dengan mereka.
“Dulu, mereka berdua dan aku
bersahabat. Kami sangat dekat, dan aku tahu diantara mereka berdua tumbuh suatu
perasaan yang mungkin sering disebut dengan ‘cinta’. Tapi dulu kami masih
terlalu muda untuk mengetahui apa itu cinta sehingga mereka hanya menjalin
hubungan sebagai sahabat. Dan pada saat kami berumur 13 tahun Kyuhyun pindah ke
Amerika karena orang tuanya memiliki urusan bisnis disana, dia bilang akan
kembali 5 tahun lagi saat kami berumur 18 tahun. Saat itu, dibandara, Kyuhyun
mengecup kening Taecyeon dan mengatakan ‘Aku mencintaimu, aku harap saat aku kembali hatimu masih menjadi
milikku’. Memang Kyuhyun mengetahui
tentang perasaan Taecyeon padanya, dan sampai saat kami berumur 17 tahun Taecyeon
masih sangat-sangat mencintai Kyuhyun. Tapi saat umur kami beranjak 18 tahun
dia menaruh hatinya pada orang lain dan Kyuhyun kembali. Tapi sampai saat ini Taecyeon
sebenarnya tidak tahu jika Kyuhyun adalah cinta pertamanya” Leeteuk sedikit
tercengang mendengar perkataan Seohyun, tapi satu hal yang membuat dia heran. Taecyeon
tidak mengetahui siapa itu Kyuhyun, lalu apa yang terjadi waktu itu.
“Jadi? Kyuhyun telat kembali?
Kenapa Taecyeon bisa tidak mengenali Kyuhyun?” Leeteuk mengerutkan keningnya.
“Tidak. Kyuhyun tepat waktu
hanya saja hati Taecyeon terlalu cepat berpaling. Sifat Kyuhyun sedikit
berubah, dulu Kyuhyun adalah pria yang dingin dan tidak peduli dengan sekitar
tapi sekarang Kyuhyun sangat ceria dan sejak masuk kesekolah ini dia terus
memperhatikan sekeliling. Wajahnya juga tentu saja tidak sama dengan dulu,
sedikit berubah jadi Taecyeon pikir mereka dua orang yang berbeda dengan nama
yang sama”
“Siapa? Namja yang disukai Taecyeon
saat ini?”
“Kau tahu. Aku yakin kau tahu
dan kau juga merasakannya”
“Apa maksudmu?”
“Kau
artikan sendiri kata-kataku itu. Dan soal pelukan itu, mungkin tanda
pertemanan” Seohyun kembali mengambil sumpit makannya dan mulai mengunyah lagi.
“Jadi? Mereka bukan dua orang
yang berbeda. Tapi mereka adalah orang yang sama?” Tiba-tiba saja Taecyeon
muncul dari arah belakang Leeteuk bersamaan dengan Kyuhyun yang datang dari
arah belakang Seohyun. Seohyun kembali tersedak, Leeteuk hanya menatap segelas
air putih dengan pandangan kosong dan Kyuhyun menatap Taecyeon dengan tatapan
miliknya dulu, tatapan dingin yang terasa hangat bagi Taecyeon.
****
“Maafkan aku” Kyuhyun
menundukan kepalanya merasa bersalah atas semua yang terjadi.
“Kenapa menyamar seperti ini?
Kenapa tidak mengatakannya?” Taecyeon menatap kosong kedepan menahan air
matanya agar tidak jatuh. Seseorang yang selama ini sangat ia rindukan berada
disisinya saat ini.
“Aku tahu aku bodoh, kumohon maafkan aku”
“Tidak, aku yang seharusnya
minta maaf” Taecyeon menghela nafas.
“Untuk apa?” Kyuhyun menaikan
sebelah alisnya dan menatap Taecyeon.
“Maaf, aku tidak bisa menjaga
hatiku. Hatiku sudah dicuri”
“Ah itu, tak apa. Leeteuk
kan?” Kecewa memang, tapi entah kenapa dia tidak ingin mengatakannya.
“Ne?” Taecyeon menatap Kyuhyun
tidak percaya.
“Aku Mencintaimu” Kyuhyun
mengecup kening Taecyeon cukup lama kemudian beranjak pergi meninggalkan Taecyeon
yang menitihkan air mata ketika ia berbalik arah membelakanginya.
“Maaf, maafkan aku.” Taecyeon
mulai terisak dan terjatuh duduk di dalam lapangan basket itu.
Seseorang memasuki ruangan itu dan menghampiri Taecyeon. Ia mengulurkan
sapu tangan pada Taecyeon tapi gadis itu tidak meresponnya sama sekali dan
masih terisak dalam tangisnya. Orang itu berlutut dihadapan Taecyeon dan
mendekap tubuh Taecyeon. Dia membelai rambut Taecyeon bermaksud mencoba
menenangkannya tanpa mengeluarkan 1 katapun dari mulutnya.
“Jangan pergi” Taecyeon
menahan tangan orang itu ketika dia ingin melepaskan pelukannya.
“Tetaplah seperti ini, aku
mohon. Aku butuh kau saat ini Park Jung Soo” Mendengar perkataan Taecyeon orang
itu kembali mendekap Taecyeon hangat. Tepat, dia Leeteuk. Air mata Leeteuk
mengalir dan menetes di kepala Taecyeon. Taecyeon mendongakkan kepalanya dan
menatap Leeteuk dengan tatapan seolah-olah dia sedang menanyakan sesuatu dengan
matanya.
“Seseorang pernah mengatakan
ini padaku ‘Jika kau menyukainya tanyakan apa yang terjadi padanya jika
ia sedang sedih. Jika kau menyayanginya hiburlah dia tanpa menanyakan apapun
saat dia sedih. Jika kau mencintainya hampiri dia dan menangislah bersamanya
dan rasakan semua lukanya’ Kau
sudah tahu kan jawabannya?” Leeteuk menyeka air mata Taecyeon yang masih
bernaung dipipinya.
“Apa, maksudmu?” Taecyeon
menatap Leeteuk tidak percaya.
“Jangan pura-pura bodoh. Kau
tahu maksudku”
“Ne?”
“Aku mencintaimu”
****
Selama
tiga hari ini Taecyeon tidak pernah berada di lapangan basket indoor lagi, dan
saat bertemu Leeteuk dia selalu menghindar. Ini semua membuat Leeteuk jengkel
sampai akhirnya Leeteuk memutuskan untuk merencanakan sesuatu dengan Seohyun
dan Kyuhyun. Kyuhyun menyerahkan Taecyeon padanya karena dia yakin Leeteuk bisa
menjaganya lebih dari dia. Seohyun dan Kyuhyun mengetahui kejadian 3 hari lalu
dilapangan basket itu ketika Leeteuk mengungkapkan semuanya.
“Kau yakin? Dia tidak suka
hal-hal seperti ini” Kyuhyun menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
“Dia tidak suka jika kau yang
melakukan, jika aku yang melakukan dia pasti suka” Kata-kata Leeteuk terdengar
seperti ejekan ditelinga Kyuhyun dan membuat Kyuhyun ingin meninju Leeteuk saat
itu juga tapi tiba-tiba saja Seohyun muncul ditengah-tengah mereka dan menjitak
mereka berdua bersamaan.
“Agrh, Yak!” Teriak Leeteuk
dan Kyuhyun bersamaan.
“Ayo cepat persiapkan
semuanya, aku yang akan mengurus Taecyeon dan membawanya ke tempat ini”
“Kau dari mana saja? Semuanya
sudah siap, kau hanya tinggal membawa Taecyeon kesini. Sana-sana cepat” Kyuhyun
langsung membalas jitakan Seohyun tadi, Seohyun yang menyadari kesalahannya
tadi hanya menunjukkan senyum kikuknya.
Dengan langkah seribu Seohyun berlari kekelas dan menghampiri Taecyeon
yang sedang membaca buku kesayangannya itu. Sudah lama Taecyeon tidak memegang
buku itu, tapi sejak kejadian 3 hari lalu buku itu kembali menjadi sahabatnya.
Bahkan posisi Seohyun tergantikan oleh buku itu.
“Taecyeon -ah! Gawat!
L-Lee-Leeteuk! Dia-” Seohyun memasang wajah paniknya yang biasanya akan membuat
Taecyeon khawatir.
“Tidak peduli” Belum selesai Seohyun
bicara Taecyeon sudah meresponnya dengan 2 kata membuat Seohyun tercengang
sesaat sampai akhirnya dia ingat semua rencananya.
“Leeteuk dihajar para senior
di lapangan sekolah. Sebentar lagi aku yakin senior-senior itu akan membawa Leeteuk
ke atap. Ayolah Kim Taecyeon, ini benar-benar darurat” Taecyeon sedikit
tercengang kemudian beranjak dari tempat duduknya berlari kearah lapangan
sedangkan Seohyun masih bertahan dikelas dan mengirimkan sms memberikan aba-aba
kepada Kyuhyun.
Saat sampai dilapangan Taecyeon tidak melihat ada siapa-siapa disana,
saat dia bergegas ingin pergi keatap tiba-tiba saja Leeteuk muncul diatas
gedung dengan wajah lebam, Kyuhyun dan Seohyun berlarian kearah Taecyeon dan
menatap khawatir Leeteuk yang sedang menatap mereka bertiga.
“Kim Taecyeon! Hentikan semuanya! Kau gila!”
Teriak Leeteuk dari atas sana membuat murid-murid merkumpul dilapangan dan
mereka juga mulai berbisik membicarakan apa yang dibicarakan Leeteuk. Taecyeon
hanya tercengang mendengarnya.
“Berhenti mencuri!” Tiba-tiba
saja Leeteuk menjentikan jarinya beberapa tulisan ‘be mine?’ mulai bermunculan, dari mulai tulisan di spanduk, lampu-lampu,
balon, dan sebagainya yang mampu membuat Taecyeon tercengang.
“Kim Taecyeon, kau pencuri.
Kau mencuri hatiku. Kim Taecyeon aku mencintaimu. Jadilah milikku. Kuharap kau
memberikan jawaban, karena jika tidak aku akan melompat dari atas sini” Tidak
ada jawaban, hening, Taecyeon tidak tahu harus berkata apa dan akhirnya Leeteuk
melompat dari atas gedung membuat semuanya berteriak histeris. Sang idola bunuh
diri. Tidak mungkin.
“Andwae! Leeteuk! Aku juga
mencintaimu!” Taecyeon mulai menitihkan air mata dan terjatuh, dia menangis
sejadi-jadinya menyesali semuanya seharusnya dia memberi jawaban tadi. Tapi
tanpa disangka Leeteuk sudah berada di hadapannya dan mendekapnya seperti saat
di lapangan basket. Taecyeon terkejut dan memeluk Leeteuk dengan sangat erat.
“Jangan tinggalkan aku, aku
mencintaimu” Ia terisak dalam dekapan Leeteuk.
“Jadi, sekarang kau milikku?” Leeteuk
tersenyum dan melepas pelukan mereka menatap wajah Taecyeon menunggu jawaban.
“Ne” Taecyeon menggangguk dan
tersenyum membuat semua yang berada disana memberikan tepuk tangan dan
teriakan-teriakan. Seohyun dan Kyuhyun tersenyum puas mengetahui rencana mereka
berhasil.
“SARANGHAE, THIEF OF MY HEART”
Keduanya mengucapkan kata itu secara bersamaan kemudian Leeteuk memeluk Taecyeon
dan membuat gadis itu tersenyum dalam pelukannya.
©THE END©
SELAMAT MEMBACA....J.



0 komentar:
Posting Komentar